Kronologi WN Uzbekistan Ditipu Calo Tiket Bus ke Lombok, Bayar Rp1,2 Juta hingga Terlantar di Jakarta Cahaya Cinta, June 23, 2026June 24, 2026 beritapenipuan.id – Seorang wisatawan asal Uzbekistan mengalami pengalaman tidak menyenangkan saat berkunjung ke Indonesia. Pria bernama Sirqjiddin Nuriddinov itu menjadi korban dugaan penipuan oleh calo tiket bus ketika hendak melanjutkan perjalanan menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 19 Juni 2026. Saat itu, Sirqjiddin baru tiba di Bandara Soekarno-Hatta dan berencana menuju salah satu destinasi wisata populer di Indonesia. Namun perjalanan yang seharusnya berjalan lancar justru berubah menjadi masalah. Korban bertemu dengan seorang pengemudi taksi gelap yang menawarkan bantuan transportasi sekaligus pengaturan perjalanan menuju Lombok. Karena tidak memahami kondisi transportasi lokal, Sirqjiddin mempercayai tawaran tersebut. Ia kemudian mengikuti arahan pengemudi yang mengaku dapat membantu proses keberangkatannya. Kanit Reskrim Polsek Kalideres AKP Rachmad Wibowo menjelaskan bahwa korban diarahkan menuju sebuah lokasi yang disebut sebagai terminal keberangkatan. “Saat hendak melanjutkan perjalanan menuju Lombok, ia diarahkan oleh seorang pengemudi taksi gelap menuju terminal bayangan di kawasan Jalan Kayu Besar, Kalideres,” kata Rachmad. Tanpa menyadari adanya kejanggalan, korban mengikuti seluruh instruksi yang diberikan oleh orang tersebut. Diminta Membayar Tiket Rp1,2 Juta dan Biaya Tambahan Setelah tiba di terminal bayangan tersebut, Sirqjiddin ditawari tiket bus menuju Lombok. Harga yang dikenakan mencapai Rp1,2 juta. Tidak berhenti sampai di situ, korban juga diminta membayar biaya tambahan sebesar Rp200 ribu. Uang tersebut disebut sebagai biaya penjemputan dari hotel menuju lokasi keberangkatan bus. Karena percaya dengan penjelasan yang diberikan, Sirqjiddin akhirnya menyerahkan seluruh uang yang diminta. Ia berharap perjalanan menuju Lombok dapat berlangsung sesuai rencana. Setelah transaksi selesai, korban diarahkan menuju hotel untuk menunggu kendaraan penjemputan. Pengemudi taksi gelap itu meyakinkan bahwa bus akan segera menjemputnya sesuai jadwal. Namun kenyataan tidak berjalan seperti yang dijanjikan. Waktu terus berlalu, tetapi tidak ada kendaraan yang datang. Korban berulang kali menunggu kabar dari pihak yang sebelumnya mengatur perjalanannya. Akan tetapi, orang tersebut justru tidak dapat dihubungi. “Setelah menunggu cukup lama di hotel, pengemudi taksi gelap yang menjanjikan penjemputan tidak kunjung datang,” ujar Rachmad. Kondisi itu membuat Sirqjiddin mulai menyadari bahwa dirinya kemungkinan menjadi korban penipuan. Kebingungan di Jakarta dan Meminta Bantuan Polisi Sebagai wisatawan asing, Sirqjiddin menghadapi situasi yang cukup sulit. Ia berada di kota yang belum dikenalnya dengan kondisi perjalanan yang tidak jelas. Selain kehilangan uang, ia juga tidak mengetahui cara melanjutkan perjalanan menuju Lombok. Karena merasa dirugikan, korban akhirnya memutuskan mencari bantuan kepada aparat kepolisian. Sirqjiddin kemudian mendatangi Polsek Kalideres dan menjelaskan seluruh kejadian yang dialaminya. Petugas segera menerima laporan tersebut dan melakukan tindak lanjut. Unit Buser Reskrim Polsek Kalideres bergerak menuju lokasi tempat tiket dibeli. Polisi melakukan pengecekan sekaligus meminta keterangan dari pihak yang terlibat dalam transaksi tersebut. “Mendapat laporan tersebut, Unit Buser Reskrim Polsek Kalideres segera bergerak melakukan pengecekan dan klarifikasi ke lokasi pembelian tiket,” jelas Rachmad. Langkah cepat aparat membuahkan hasil. Polisi berhasil mempertemukan korban dengan pihak pemilik loket yang menerima pembayaran. Melalui proses mediasi, kedua pihak akhirnya mencapai penyelesaian. Seluruh uang yang sebelumnya dibayarkan oleh korban berhasil dikembalikan. Nilai pengembalian tersebut mencapai Rp1,4 juta, yang terdiri dari tiket bus Rp1,2 juta dan biaya tambahan Rp200 ribu. Polisi Dampingi Korban Mendapat Tiket Resmi Setelah menyelesaikan persoalan pengembalian uang, polisi memberikan bantuan lanjutan kepada korban. Aparat memastikan Sirqjiddin dapat melanjutkan perjalanan dengan aman dan sesuai prosedur. Petugas Polsek Kalideres kemudian mengantar korban menuju Terminal Kalideres. Di lokasi tersebut, korban memperoleh tiket resmi menuju Lombok dengan harga yang sesuai ketentuan. “Tidak hanya itu, anggota Polsek Kalideres juga mendampingi dan mengantar langsung Sirqjiddin ke Terminal Kalideres untuk mendapatkan tiket resmi menuju Lombok dengan harga yang sesuai,” ungkap Rachmad. Pendampingan tersebut dilakukan agar korban tidak kembali menjadi sasaran pihak yang tidak bertanggung jawab. Polisi juga memastikan seluruh proses perjalanan berlangsung dengan aman. Kasus ini menjadi pengingat penting bagi wisatawan domestik maupun mancanegara agar lebih berhati-hati saat menggunakan layanan transportasi. Pengguna jasa transportasi sebaiknya membeli tiket melalui agen resmi dan menghindari tawaran dari pihak yang tidak memiliki identitas jelas. Di sisi lain, tindakan cepat Polsek Kalideres menunjukkan pentingnya kehadiran aparat dalam memberikan perlindungan kepada wisatawan asing. Respons tersebut membantu menjaga rasa aman sekaligus memberikan citra positif bagi sektor pariwisata Indonesia. Berkat bantuan polisi, Sirqjiddin akhirnya dapat melanjutkan rencana perjalanannya menuju Lombok. Pengalaman yang sempat menimbulkan kepanikan itu pun berakhir dengan penyelesaian yang menguntungkan bagi korban. Business Calo TiketLombokPenipuan Tiket BusWN Uzbekistan