Pelamar Kerja Bongkar Modus Lowongan Palsu di Jatinegara yang Minta Uang Cahaya Cinta, August 8, 2026 Sejumlah pencari kerja mengungkap dugaan modus lowongan kerja palsu di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Pihak yang membuka lowongan diduga meminta uang kepada pelamar dengan alasan biaya perlengkapan sebelum mereka mulai bekerja. Kasus tersebut mencuat setelah Fajri (22), warga Bogor, membagikan pengalamannya melalui media sosial. Ia mengaku menemukan kejanggalan ketika istrinya melamar posisi pramusaji di usaha yang menggunakan nama Aura Kitchen Resto. Fajri mengatakan pihak yang mengiklankan pekerjaan langsung mengundang istrinya mengikuti wawancara melalui WhatsApp. Proses tersebut berlangsung sangat cepat karena undangan interview datang pada malam yang sama setelah lamaran dikirim. Setelah menyatakan pelamar diterima, pihak yang mengaku sebagai HRD kemudian meminta pembayaran untuk keperluan seragam. Mereka bahkan menawarkan pembayaran secara bertahap agar pelamar bersedia memenuhi permintaan tersebut. Fajri menyebut pihak tersebut menawarkan cicilan mulai Rp100.000 hingga Rp300.000. Mereka menjanjikan pelamar dapat langsung bekerja dan memperoleh lokasi kerja yang dekat dengan domisili setelah membayar biaya tersebut. Pelamar Membatalkan Rekrutmen Setelah Menemukan Kejanggalan Fajri akhirnya memilih menghentikan proses rekrutmen karena merasa menemukan sejumlah kejanggalan. Ia kemudian membagikan pengalamannya agar pencari kerja lain tidak mengalami kejadian serupa. Menurut Fajri, pihak yang membuka lowongan menjanjikan pelamar bisa langsung bekerja setelah membayar biaya seragam. Mereka juga meminta pelamar melunasi seluruh pembayaran setelah mulai bekerja. Selain Fajri, pelamar lain bernama Nurhayani mengaku mengalami kejadian serupa di lokasi yang sama. Ia melamar posisi kasir setelah melihat informasi pekerjaan melalui media sosial. Dalam proses perekrutan tersebut, pihak yang mengaku sebagai penyedia pekerjaan menggunakan nama Golden Cake. Nurhayani mengatakan petugas menjanjikan kesempatan langsung bekerja apabila ia membayar deposit sebesar Rp1 juta. Modus Meminta Uang Muncul dalam Proses Rekrutmen Dugaan modus tersebut menunjukkan pola yang perlu diwaspadai pencari kerja. Pelaku memanfaatkan kebutuhan masyarakat terhadap pekerjaan dengan menawarkan posisi tertentu, mempercepat proses wawancara, lalu meminta pembayaran sebelum pelamar bekerja. Pengalaman Fajri dan Nurhayani juga memperlihatkan bahwa pihak yang membuka lowongan dapat menggunakan nama usaha berbeda dalam proses perekrutan. Kondisi tersebut membuat pencari kerja perlu memeriksa identitas perusahaan, alamat kantor, posisi yang ditawarkan, serta memastikan perusahaan tidak meminta biaya sebagai syarat mendapatkan pekerjaan. Pencari kerja sebaiknya tidak langsung menyerahkan uang atau data pribadi ketika menerima tawaran pekerjaan yang prosesnya berlangsung terlalu cepat. Pemeriksaan informasi perusahaan dan penelusuran rekam jejak lowongan dapat membantu mencegah kerugian akibat rekrutmen palsu. Business lowongan kerja palsu Jatinegara