Distributor Susu MBG Klaim Rugi Rp 500 Juta akibat Dugaan Penipuan Pemasok Cahaya Cinta, August 8, 2026 Distributor susu untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) asal Bandung, Jawa Barat, John Kevin, mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 500 juta akibat dugaan penipuan pemasok. Ia juga mengaku sempat menerima teror hingga mengalami penyekapan. Kevin menyampaikan pengaduan tersebut di Rumah Aspirasi Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, Selasa (4/8/2026). Ia mengaku mengalami kerugian setelah bekerja sama dengan pemasok produk susu yang disebut berasal dari PT F di Jalan Darmo Indah, Surabaya. Kevin Menjalankan Transaksi Susu dengan Sistem Pre-order Kevin menjelaskan bahwa kerja sama dengan pemasok tersebut dimulai pada Februari 2026 menggunakan sistem pre-order atau PO. Ia kemudian menyalurkan susu yang dipesan kepada sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bandung. Dalam setiap transaksi, Kevin biasanya memesan antara 1.000 hingga 5.000 karton susu. Ia melakukan pemesanan setiap satu hingga dua minggu dengan nilai transaksi yang dapat mencapai lebih dari Rp 120 juta. Menurut Kevin, enam transaksi pertama berjalan lancar. Ia membayar pesanan terlebih dahulu dan menerima produk sekitar dua minggu kemudian. Namun, kondisi mulai berubah ketika ia memasuki pemesanan ketujuh dan kedelapan sekitar April 2026. Pemasok mulai menunda pengiriman dan memberikan berbagai alasan ketika Kevin meminta kepastian. Kevin menyebut pemasok sempat berdalih kunci tertinggal, mengalami kecelakaan, hingga produk susu belum keluar dari pabrik. Kevin Menghitung Kerugian Mencapai Rp 500 Juta Keterlambatan pengiriman membuat Kevin mulai mencurigai transaksi tersebut. Meski demikian, pemasok kembali meyakinkannya dengan menyatakan bahwa produk lain tersedia sehingga Kevin masih melanjutkan kerja sama. Kevin akhirnya memperkirakan kerugiannya mencapai sekitar Rp 500 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 300 juta merupakan dana milik investor dan distributor lain yang sebelumnya bergabung dalam jaringan distribusinya. Selain memasok produk kepada SPPG, Kevin juga menjalankan transaksi business to business (B2B) dengan distributor lain serta memasok langsung kepada pihak dapur. Kevin menduga pemasok menjalankan pola yang menyerupai skema Ponzi. Ia menilai transaksi awal yang berjalan lancar membuat dirinya dan pihak lain tetap percaya sebelum pengiriman produk akhirnya tersendat. Kevin Mengaku Mengalami Teror dan Penyekapan Persoalan tersebut kemudian berkembang ketika sejumlah pihak yang merasa ikut mengalami kerugian mulai menekan Kevin. Ia mengaku menerima teror dan ancaman karena pihak-pihak tersebut menduga dirinya ikut terlibat dalam dugaan penipuan. Kevin bahkan menyebut seseorang pernah menyekap dirinya karena menganggapnya sebagai bagian dari pihak yang menjalankan penipuan. Ia kemudian memilih membawa persoalan tersebut ke Rumah Aspirasi Wakil Wali Kota Surabaya Armuji untuk mencari penyelesaian atas dugaan penipuan yang menurut pengakuannya telah menimbulkan kerugian sekitar Rp 500 juta. Business penipuan susu MBG