Pemilik WR-V Ungkap Kronologi Mobil Dibawa Kabur hingga COD Berujung Kericuhan di Medan Cahaya Cinta, August 8, 2026 Pemilik Honda WR-V, Immanuel Saragi (30), mengungkap rangkaian kejadian yang membuat transaksi jual beli mobil secara cash on delivery (COD) berujung kericuhan dan melibatkan prajurit TNI di Kompleks Bumi Asri, Medan, Sumatera Utara. Immanuel mengatakan persoalan bermula ketika dirinya berada di Jakarta pada 2 Juli 2026. Ia kemudian meminta rekannya berinisial G di Medan menjual mobil tersebut melalui skema over credit dengan harga Rp 60 juta. G lalu meminta bantuan D yang menghubungkannya dengan agen bernama Irfan dan Subhan. Mereka bertemu di Jalan Setia Budi pada 12 Juli 2026. Setelah itu, Irfan meminta Subhan mengecek kendaraan di Jalan Rotan. Subhan datang bersama calon pembeli bernama Mardhan, Marwandi, dan seorang pria berinisial B. Namun, Marwandi dan B justru membawa WR-V tanpa izin dari G. Sementara itu, Subhan berusaha meyakinkan G dan D untuk melanjutkan proses pengecekan. Dalam situasi tersebut, Subhan bahkan mentransfer Rp 20 juta kepada Irfan. Setelah mengetahui mobil telah berpindah tangan, G membawa Subhan kembali ke Jalan Rotan. Namun, Irfan dan Subhan mengaku telah menjual mobil secara putus kepada Marwandi dan B yang kemudian sulit dihubungi. Immanuel Melaporkan Dugaan Penipuan ke Polrestabes Medan Merasa dirugikan, G mengamankan Subhan sementara Irfan melarikan diri. Sehari kemudian, Immanuel datang ke Medan dan membuat laporan ke Polrestabes Medan. Ia juga menyerahkan Subhan kepada polisi atas dugaan penipuan melalui laporan bernomor STLLP/B/2994/VII/2026/Polrestabes Medan tertanggal 13 Juli 2026. Immanuel kemudian melengkapi dokumen leasing untuk membuktikan statusnya sebagai debitur yang sah. Namun, ia mengatakan laporan tersebut dianggap masih kekurangan alat bukti. Pada 16 Juli 2026, Immanuel mendapat informasi bahwa Subhan telah diserahkan kepada keluarganya. Keluarga Immanuel Menemukan Jejak WR-V di Marketplace Sejak saat itu, Immanuel bersama keluarga dan rekan-rekannya terus mencari keberadaan mobil tersebut. Petunjuk baru muncul pada Minggu, 26 Juli 2026, ketika mereka menemukan unggahan Facebook Marketplace yang menawarkan WR-V seharga Rp 114 juta. Kakak Immanuel, E, kemudian menyamar sebagai calon pembeli dan membuat janji dengan penjual di sebuah kafe di Kota Binjai. E juga mengajak keluarganya berinisial L yang merupakan prajurit TNI. Pada waktu bersamaan, Immanuel bersama G dan D menuju lokasi menggunakan sepeda motor. Dalam perjalanan, Immanuel melihat kendaraan yang diyakininya sebagai WR-V miliknya berhenti di lampu merah Jalan Ringroad. Ia kemudian membuntuti mobil tersebut hingga kendaraan itu masuk dan berhenti di salah satu rumah di Kompleks Bumi Asri. Peristiwa tersebut kemudian berkembang menjadi kericuhan yang melibatkan sejumlah orang dan prajurit TNI. Immanuel berharap proses hukum dapat mengungkap pihak yang membawa mobil tersebut serta menyelesaikan sengketa kendaraan yang telah berlangsung sejak Juli 2026. Business kronologi COD mobil WR-V Medan