Penipu Asal China Memanfaatkan Microsoft Teams untuk Menguras Uang Korban Cahaya Cinta, September 9, 2026 Jaringan penipu asal China kini memanfaatkan aplikasi Microsoft Teams untuk menjerat korban dari berbagai negara. Para pelaku kejahatan siber ini menggunakan platform komunikasi korporat tersebut untuk melancarkan berbagai modus penipuan, mulai dari lowongan kerja fiktif hingga percintaan palsu. Para penipu memanfaatkan reputasi profesional Microsoft Teams agar calon korban dengan mudah memercayai tawaran mereka. Penipu Mengawali Aksi Kejahatan melalui Media Sosial Populer Aksi kejahatan ini berawal dari pesan di media sosial populer China seperti Xiaohongshu dan Douyin. Pelaku menyamar sebagai perekrut kerja, mitra bisnis, hingga pasangan romantis untuk mendekati korban. Setelah berhasil membangun komunikasi awal, pelaku langsung mengarahkan korban berpindah ke aplikasi Microsoft Teams dengan dalih wawancara kerja atau pengiriman dokumen penting. Pelaku Mengatur Akun Login untuk Menghapus Jejak Percakapan Pelaku memaksa korban masuk ke Microsoft Teams menggunakan akun bentukan jaringan penipu tersebut. Setelah menguras uang korban, pelaku langsung menonaktifkan akun tersebut hingga seluruh riwayat obrolan hilang tanpa sisa. Hilangnya riwayat percakapan tersebut menyulitkan para korban untuk menyerahkan bukti kejahatan kepada pihak kepolisian. Korban Menanggung Kerugian Finansial hingga Miliaran Rupiah Seorang warga Beijing bernama Zhao menjadi salah satu korban kejahatan berkedok hubungan asmara ini. Korban kehilangan uang sebesar 100.000 dollar AS atau sekitar Rp1,8 miliar pada Mei 2026 setelah terpedaya burayu pelaku selama berminggu-minggu. Secara keseluruhan, modus penipuan ini menimbulkan kerugian finansial bervariasi mulai dari puluhan juta hingga miliaran rupiah bagi para korbannya. Business Penipu China manfaatkan Microsoft Teams