Pedagang Lampung Siapkan 14 Peti Pisang untuk MBG, Pesanan Rp2,1 Juta Mendadak Batal Cahaya Cinta, August 8, 2026 Imam Mustofa, pedagang buah asal Kota Metro, Lampung, mengalami kerugian setelah calon pembeli membatalkan pesanan 14 peti pisang Cavendish yang sebelumnya ia siapkan untuk memasok salah satu dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bandar Lampung. Imam menerima pesanan tersebut dari seseorang bernama Effendi pada 29 Juli 2026. Setelah menanyakan ketersediaan pisang Cavendish, calon pembeli memastikan pemesanan 14 peti dengan nilai sekitar Rp2,1 juta pada keesokan harinya. Karena jumlahnya cukup besar, Imam langsung memesan pisang dari pemasok. Ia harus menyiapkan buah beberapa hari sebelumnya karena pisang Cavendish membutuhkan proses pematangan sebelum mencapai kondisi yang layak untuk dikirim. Pemesan Membatalkan Pesanan Saat Pisang Siap Dikirim Masalah muncul ketika Imam sudah menyelesaikan seluruh persiapan. Menjelang jadwal pengiriman pada Minggu sore, pemesan menghubunginya dan menyampaikan pembatalan dengan alasan dapur MBG yang menjadi tujuan pesanan sedang disuspend. Pemesan kemudian menawarkan kemungkinan mengalihkan pisang tersebut ke dapur MBG lain. Namun, Imam tidak kunjung memperoleh kepastian meski sudah menunggu selama dua hari. Kondisi tersebut membuat Imam khawatir karena kualitas pisang dapat menurun jika terlalu lama tersimpan. Ia pun mendatangi lokasi dapur MBG yang disebut berada di kawasan belakang Mall Kartini, Bandar Lampung. Saat berada di lokasi, Imam melihat aktivitas dapur masih berjalan. Kondisi itu membuatnya menduga pihak yang menghubunginya mungkin hanya bertindak sebagai perantara. Meski begitu, ia mengaku belum memiliki bukti untuk memastikan dugaan tersebut. Imam Menjual Pisang Setelah Membagikan Cerita di Media Sosial Setelah menghadapi ketidakjelasan, Imam membagikan pengalamannya melalui Threads. Unggahan tersebut kemudian menarik perhatian warganet yang membantu membeli stok pisangnya. Sebagian pengguna media sosial juga meminta Imam menyumbangkan buah tersebut ke panti asuhan. Sementara itu, Imam menjual sisa pisang secara eceran dengan mengantarkannya ke sejumlah kantor di Bandar Lampung. Upaya tersebut akhirnya membuat seluruh stok pisang terjual. Imam pun berhasil mengembalikan modal usaha yang sebelumnya ia keluarkan untuk memenuhi pesanan. Meski demikian, Imam mengakui dirinya melakukan kelalaian karena tidak meminta uang muka atau down payment (DP) dan tidak memeriksa identitas pemesan sejak awal. Selama ini, ia mengaku sudah sering memasok kebutuhan pisang ke berbagai dapur tanpa mengalami kendala serupa. Imam juga menerima informasi dari sejumlah warganet yang menyebut seseorang dengan nama sama diduga pernah melakukan modus serupa kepada pedagang lain. Namun, ia belum dapat memastikan kebenaran informasi tersebut. Pengalaman ini mendorong Imam mengingatkan pelaku usaha agar lebih berhati-hati ketika menerima pesanan dalam jumlah besar. Ia menyarankan pedagang memastikan identitas calon pembeli dan meminta pembayaran awal sebelum menyiapkan barang dalam jumlah banyak. Business pesanan pisang MBG dibatalkan