Kasus Pengantin Pesanan ke China Terjadi di Indramayu, Terungkap Modus Mirip Kawin Kontrak Cahaya Cinta, May 8, 2026 Pemerintah Indramayu Ungkap Kasus Pengantin Pesanan ke China dan Minta Warga Lebih Waspada INDRAMAYU – Pemerintah Kabupaten Indramayu mulai meningkatkan kewaspadaan setelah muncul kasus pengantin pesanan ke China yang melibatkan warga setempat. Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KB-P3A) Indramayu memastikan praktik tersebut sudah menimpa beberapa warga, termasuk kasus terbaru yang dialami perempuan berinisial NPS (22). Kepala DP2KB-P3A Indramayu, Iman Sulaeman, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah kisah NPS ramai diperbincangkan di media sosial pada akhir April 2026. Dalam unggahan yang beredar, NPS mengaku mengalami tekanan selama berada di China setelah menikah dengan pria asal negara tersebut. Iman menyampaikan pihaknya merasa prihatin atas kejadian itu. Karena itu, instansinya segera berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk memastikan kondisi korban sekaligus mengumpulkan fakta di lapangan. DP2KB-P3A Indramayu Menelusuri Fakta dan Menghubungi Keluarga Korban Setelah menerima informasi yang beredar, tim DP2KB-P3A langsung mendatangi keluarga korban di Indramayu. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi yang berkembang di masyarakat. Dari hasil penelusuran awal, Iman menyebut komunikasi antara NPS dan keluarganya masih berjalan lancar. Orang tua korban juga mengaku tetap berhubungan dengan anaknya tanpa hambatan berarti. Menurut Iman, informasi yang menyebut korban disekap belum dapat dibuktikan. Berdasarkan komunikasi yang dilakukan dengan keluarga, NPS lebih menunjukkan keinginan untuk kembali ke Indonesia dibandingkan memberikan laporan soal penyekapan. Meski demikian, pemerintah daerah tetap menaruh perhatian serius terhadap kondisi korban. Aparat daerah juga terus memantau perkembangan situasi sambil menunggu tindak lanjut dari pemerintah pusat. Pemerintah Daerah Mengirim Laporan ke Kementerian untuk Memulangkan Korban Untuk mempercepat penanganan, DP2KB-P3A Indramayu telah mengirimkan laporan resmi kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Kementerian Luar Negeri. Iman menjelaskan bahwa proses penanganan saat ini sudah berada di tingkat kementerian. Pemerintah daerah berharap koordinasi lintas instansi dapat mempercepat proses pemulangan NPS ke tanah air. Sementara itu, pihak keluarga juga terus menunggu kabar terbaru mengenai langkah diplomatik yang sedang dilakukan pemerintah Indonesia. Pemerintah Indramayu Menemukan Modus Pengantin Pesanan yang Menyerupai Kawin Kontrak Dalam penelusuran kasus ini, DP2KB-P3A Indramayu menemukan pola yang mirip dengan praktik kawin kontrak. Iman menjelaskan bahwa perbedaannya hanya terletak pada lokasi, identitas pihak yang terlibat, dan tujuan akhir pernikahan. Menurut dia, modus seperti ini bukan pertama kali terjadi di Indramayu. Karena itu, pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pernikahan dengan pihak asing yang menjanjikan kehidupan lebih baik. Pemerintah juga meminta keluarga untuk lebih aktif mengawasi anggota keluarganya, terutama perempuan muda yang berpotensi menjadi target praktik serupa. Business Pengantin pesanan China Indramayu