Modus Penipuan Lewat Hoaks yang Mencatut Tokoh Terkenal, Simak Daftarnya Cahaya Cinta, April 15, 2026 Cek Fakta Liputan6 Mengungkap Modus Penipuan Hoaks yang Mencatut Tokoh Publik di Media Sosial Tim Cek Fakta Liputan6 Mengidentifikasi Peningkatan Penipuan Digital yang Menggunakan Nama Tokoh Terkenal Liputan6 melalui kanal Cek Fakta mengungkap semakin maraknya modus penipuan daring yang mencatut nama tokoh publik untuk menipu masyarakat di media sosial. Para pelaku kejahatan siber memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk memanipulasi video sehingga terlihat seolah-olah tokoh terkenal benar-benar menyampaikan program bantuan atau hadiah. Pelaku kemudian menyebarkan konten tersebut melalui berbagai platform digital dan mengarahkan korban untuk menghubungi nomor tertentu atau mengikuti instruksi yang tidak resmi. Dengan cara ini, pelaku membangun kepercayaan publik secara cepat dan menjerat korban dalam skema penipuan yang berpotensi merugikan secara finansial. Tim Cek Fakta Liputan6 Menelusuri Hoaks Video Bantuan yang Mengatasnamakan Pejabat Negara Tim Cek Fakta Liputan6 menemukan sejumlah konten palsu yang mencatut nama pejabat negara, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam konten tersebut, pelaku menyebarkan klaim adanya bantuan untuk lansia dan meminta korban menghubungi nomor WhatsApp tertentu untuk mendapatkan bantuan. Setelah melakukan penelusuran, tim memastikan bahwa video tersebut tidak berasal dari pernyataan resmi pemerintah. Pelaku memanipulasi narasi untuk menciptakan kesan program bantuan yang sah, padahal informasi tersebut tidak memiliki dasar resmi dan bertujuan mengarahkan korban ke kontak pribadi pelaku. Tim Cek Fakta Liputan6 Mengungkap Hoaks Bantuan Modal Usaha dan Program Tebus Murah Tim Cek Fakta Liputan6 juga mengidentifikasi hoaks lain yang mencatut nama Mahfud MD dalam klaim bantuan modal usaha. Pelaku menyebarkan narasi bahwa masyarakat berpenghasilan rendah berhak menerima dana bantuan dengan cara menghubungi nomor tertentu melalui WhatsApp. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa klaim tersebut tidak benar dan tidak berasal dari Mahfud MD. Selain itu, tim juga menemukan hoaks yang mencatut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terkait program tebus motor murah. Pelaku menyebarkan informasi palsu mengenai penjualan motor dengan harga sangat rendah melalui media sosial. Penelusuran memastikan bahwa informasi tersebut tidak memiliki dasar resmi dan hanya digunakan untuk menarik perhatian korban. Tim Cek Fakta Liputan6 Mengajak Masyarakat Meningkatkan Kewaspadaan terhadap Hoaks Digital Tim Cek Fakta Liputan6 terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan digital yang memanfaatkan nama tokoh publik. Masyarakat perlu memverifikasi setiap informasi sebelum mempercayai atau membagikannya agar tidak menjadi korban kejahatan siber yang semakin canggih. Upaya literasi digital ini membantu masyarakat mengenali pola penipuan dan melindungi diri dari kerugian finansial maupun penyalahgunaan data pribadi yang sering terjadi dalam kasus hoaks di media sosial. Business modus penipuan hoaks tokoh publik AI