Pelaku Scam di Iran Dieksekusi, Rugikan Warga hingga Rp 5,8 Triliun Cahaya Cinta, January 8, 2026 Iran Eksekusi Pelaku Scam, Kerugian Capai Rp 5,8 Triliun Teheran – Iran mengeksekusi Mohammad Reza Ghaffari, pelaku scam atau penipuan investasi besar-besaran, pada Minggu (7/12/2025). Eksekusi ini dilakukan setelah Mahkamah Agung menguatkan vonis mati terhadapnya. Ghaffari merupakan pemilik perusahaan Rezaayat Khodro Taravat Novin dan dinyatakan bertanggung jawab atas kerugian puluhan ribu warga. Ghaffari Dihukum Gantung karena Penipuan Besar Pengadilan menyatakan Ghaffari bersalah atas “gangguan skala besar terhadap sistem ekonomi negara” dan penipuan jaringan investasi. Jaksa menegaskan bahwa Ghaffari menjalankan skema penipuan sejak 2013 di Provinsi Qazvin, Iran utara. Skema ini awalnya menawarkan mobil di bawah harga pasar dan kemudian meluas ke sektor properti dan rencana investasi lainnya. Skema Ponzi dan Kerugian Finansial Jaksa menjelaskan, Ghaffari dan kaki tangannya mengumpulkan uang dalam jumlah besar dari masyarakat dan menggunakan dana baru untuk membayar keuntungan kepada peserta lama. Pola ini serupa dengan skema ponzi klasik. Otoritas kehakiman menilai nilai total penipuan setara 350 juta dollar AS atau sekitar Rp 5 triliun. Hanya sekitar empat persen dari peserta yang benar-benar menerima kendaraan seperti dijanjikan. Puluhan Ribu Korban Melapor Kasus ini memicu lebih dari 28.000 pengaduan dan menyeret 28 terdakwa ke pengadilan. Pejabat yudisial menekankan bahwa penipuan ini tidak hanya menghancurkan stabilitas keuangan korban, tetapi juga memberikan dampak psikologis dan sosial yang luas. Banyak korban mengalami stres berat, sakit, dan kerusakan hubungan keluarga akibat penipuan tersebut. Upaya Pengembalian Dana Gagal Pengadilan berupaya memastikan para korban menerima ganti rugi. Namun, menurut laporan Mizan Online, semua upaya pengembalian dana kepada korban gagal total. Kesimpulan Eksekusi pelaku scam Mohammad Reza Ghaffari menandai tindakan tegas pemerintah Iran terhadap penipuan berskala besar. Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat global agar selalu berhati-hati terhadap investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi tanpa dasar yang jelas. Business