Skandal Wedding Organizer Kamuya, dari Modus Pameran hingga Kerugian Rp 700 Juta Cahaya Cinta, April 15, 2026 Skandal Wedding Organizer Kamuya Mengguncang Mojokerto dan Merugikan Puluhan Pasangan Hingga Rp700 Juta Warga Surabaya mendatangi rumah pemilik WO Kamuya di Mojokerto untuk menuntut pertanggungjawaban Puluhan warga asal Surabaya mendatangi kawasan Suromulang Timur 1, Kota Mojokerto, Jawa Timur, pada Kamis (2/4/2026) untuk menuntut pertanggungjawaban pemilik Wedding Organizer (WO) Kamuya berinisial PA. Mereka datang bersama Wakil Wali Kota Surabaya Armuji dan memadati rumah bergaya klasik milik terlapor yang diduga melakukan penipuan terhadap puluhan pasangan pengantin. Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi kemudian menerima rombongan tersebut dan memfasilitasi proses mediasi antara korban dan pihak terlapor. Suasana tegang muncul ketika para korban mulai menyampaikan kerugian yang mereka alami akibat jasa WO yang tidak berjalan sesuai kesepakatan. Pelaku menjalankan modus promosi pameran untuk menarik calon pengantin Sejumlah korban mengungkap bahwa mereka mulai terjebak setelah mengikuti pameran pernikahan di Delta Plaza Surabaya. Salah satu korban, Nia Paramita, menyebut pelaku memanfaatkan momen pameran untuk memberikan tekanan psikologis agar calon pengantin segera membayar uang muka atau DP sebesar 30 persen dari total paket. Nia juga menyatakan bahwa ia tergiur bonus pelunasan yang ditawarkan sehingga membayar DP sebesar Rp17,55 juta. Setelah itu, korban lain juga mengalami pola serupa dengan nilai transaksi yang bervariasi dan terus meningkat. Para korban mengalami pembatalan mendadak menjelang hari pernikahan Sejumlah korban kemudian mengalami kerugian lebih besar ketika jadwal pernikahan mereka semakin dekat. Widya, salah satu korban, mengaku kehilangan hingga Rp52 juta setelah PA membatalkan acara secara sepihak hanya tiga hari sebelum hari pernikahan pada 26 Maret 2026. PA menyampaikan alasan kesulitan ekonomi kepada para klien dan menyatakan tidak dapat melanjutkan layanan. Kondisi tersebut memaksa beberapa korban mencari vendor pengganti secara mendadak agar acara tetap berjalan, meski dengan biaya tambahan yang lebih besar. Para korban mencatat kerugian hingga Rp700 juta dan mengungkap skema utang internal Data sementara menunjukkan sedikitnya 29 pasangan menjadi korban dengan total kerugian mencapai Rp680 juta hingga Rp700 juta. Dalam mediasi, PA mengakui bisnisnya mengalami krisis sejak 2022 akibat skema gali lubang tutup lubang yang ia jalankan. PA juga menjelaskan bahwa ia menggunakan dana DP pelanggan untuk membayar cicilan utang berbunga tinggi. Ia bahkan mencatat total pinjaman pokok sekitar Rp50 juta dengan bunga mencapai Rp9 juta per bulan. Pelaku menawarkan penjualan aset dan polisi mulai memproses laporan kasus Sebagai bentuk tanggung jawab, PA menawarkan penjualan rumah senilai Rp1,3 miliar hingga Rp1,4 miliar serta menjaminkan sertifikat rumah keluarga di Mojokerto. Wakil Wali Kota Surabaya Armuji kemudian meminta PA menghentikan seluruh aktivitas pameran agar tidak menimbulkan korban baru. Kasus ini telah dilaporkan ke Polrestabes Mojokerto pada 29 Maret 2026 untuk proses hukum lebih lanjut. Aparat kini mendalami dugaan penipuan yang melibatkan jasa Wedding Organizer tersebut. Business skandal wedding organizer Kamuya Mojokerto