Curhat Petani di Ngada, Uang Rp 60 Juta Raib Ditipu Staf Dealer Gadungan, Kasus Mandek 2 Tahun Cahaya Cinta, April 15, 2026 Petani di Ngada Laporkan Penipuan Rp 60 Juta oleh Staf Dealer Gadungan yang Tak Kunjung Tuntas Korban Ceritakan Uang Usaha Raib saat Berencana Membeli Dump Truk Fransiskus Nono (40), seorang petani asal Kecamatan Golewa Barat, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, mengungkapkan pengalaman pahit setelah kehilangan hampir Rp 60 juta. Ia awalnya berniat mengembangkan usaha transportasi dengan membeli satu unit dump truk. Namun, rencana tersebut justru berubah menjadi kerugian besar ketika uang yang ia kumpulkan diduga dibawa kabur oleh pria berinisial FXD yang mengaku sebagai staf dealer mobil. Hingga kini, Fransiskus masih menunggu kejelasan hukum atas kasus yang telah ia laporkan sejak dua tahun lalu. Pelaku Meyakinkan Korban dengan Klaim sebagai Staf Dealer Resmi Peristiwa ini bermula pada 2021 ketika Fransiskus diperkenalkan kepada FXD melalui seorang kerabat. Pelaku kemudian mengaku bekerja di Indomobil cabang Bali dan menyatakan mampu mengurus seluruh proses pembelian kendaraan hingga unit tiba di tangan korban. Percaya dengan penjelasan tersebut, Fransiskus mulai menyerahkan uang muka secara bertahap, baik melalui transfer bank maupun secara tunai. Total dana yang ia keluarkan mencapai hampir Rp 60 juta sebagai pembayaran awal kredit kendaraan. Korban Laporkan Kasus setelah Kendaraan Tak Pernah Datang Seiring berjalannya waktu, kendaraan yang dijanjikan tidak pernah direalisasikan. Setelah menunggu cukup lama tanpa kepastian, Fransiskus akhirnya melaporkan dugaan penipuan tersebut ke Polres Ngada pada 2024. Ia mengaku telah memenuhi semua permintaan penyidik, termasuk melengkapi bukti dan menghadirkan saksi. Polisi bahkan sempat mengamankan terduga pelaku untuk pemeriksaan lebih lanjut. Korban Pertanyakan Proses Hukum setelah Pelaku Dibebaskan Meski sempat ditahan, FXD hanya mendekam selama dua malam sebelum akhirnya dibebaskan dengan alasan sakit. Fransiskus menilai kondisi tersebut janggal karena ia melihat pelaku kembali beraktivitas seperti biasa. Selain itu, ia juga mengeluhkan minimnya transparansi dari pihak kepolisian terkait perkembangan kasusnya. Ia mengaku kelelahan menunggu kepastian, sementara upaya konfirmasi kepada penyidik belum membuahkan hasil. Pihak Polres Ngada hingga kini belum memberikan keterangan resmi terkait mandeknya penanganan perkara tersebut. Fransiskus pun berharap aparat segera menuntaskan kasus ini agar keadilan dapat ditegakkan dan uang hasil jerih payahnya bisa kembali. Business penipuan staf dealer gadungan Ngada