BRI Ingatkan Masyarakat Waspada Penipuan Berkedok KUR, Jangan Bagikan Data Pribadi Cahaya Cinta, May 8, 2026 BRI mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penipuan berkedok KUR BRI mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan yang mengatasnamakan program Kredit Usaha Rakyat atau KUR. Imbauan tersebut disampaikan menyusul beredarnya berbagai penawaran pinjaman melalui tautan tidak resmi dan akun media sosial yang mencatut identitas perusahaan. Manajemen BRI menegaskan bahwa seluruh informasi yang tersebar melalui saluran tidak resmi bukan bagian dari layanan maupun aktivitas operasional perseroan. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap tawaran yang menjanjikan proses pencairan cepat tanpa prosedur yang jelas. Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyampaikan bahwa seluruh proses pengajuan KUR hanya dapat dilakukan melalui jaringan layanan resmi BRI yang tersedia di seluruh Indonesia. Menurutnya, masyarakat dapat mengakses layanan tersebut melalui kantor cabang, kantor cabang pembantu, BRI Unit, Teras BRI, agen BRILink, maupun petugas pemasaran resmi. BRI melarang nasabah membagikan data pribadi kepada pihak tidak resmi Dalam peringatannya, BRI menegaskan bahwa perusahaan tidak pernah meminta data rahasia nasabah dalam kondisi apa pun. Informasi sensitif seperti PIN, kata sandi, maupun kode OTP tidak pernah diminta melalui pesan singkat, telepon, media sosial, atau tautan digital lainnya. Karena itu, masyarakat diminta segera mengabaikan setiap permintaan data pribadi yang mengatasnamakan BRI. Perseroan menilai pola tersebut merupakan salah satu modus yang sering digunakan pelaku kejahatan digital untuk mengakses rekening dan data keuangan korban. Selain itu, BRI juga mengimbau masyarakat agar tidak tergoda dengan penawaran kredit yang menjanjikan persetujuan instan dengan persyaratan tidak wajar. Sebelum mengambil keputusan, nasabah diminta memastikan seluruh informasi melalui kanal resmi perusahaan. BRI memperkuat edukasi digital dan koordinasi dengan otoritas Akhmad Purwakajaya menambahkan bahwa BRI terus memperluas edukasi kepada masyarakat terkait literasi keuangan dan ancaman kejahatan digital. Upaya tersebut dilakukan agar masyarakat semakin memahami cara melindungi data pribadi saat menggunakan layanan perbankan. Di saat yang sama, BRI juga terus berkoordinasi dengan otoritas serta pihak terkait untuk menindaklanjuti berbagai modus penipuan yang menyalahgunakan nama perusahaan. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam menjaga keamanan layanan perbankan. Melalui penguatan edukasi dan pengawasan yang berkelanjutan, BRI memastikan kepercayaan masyarakat tetap terjaga. Perseroan juga menegaskan akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik dalam seluruh layanan kepada nasabah. Business penipuan KUR BRI