BGN Ingatkan Warga Waspadai Tipuan Rekrutmen Palsu Berkedok Lowongan Instansi Cahaya Cinta, August 4, 2025August 10, 2025 Rekrutmen Palsu Menyasar Pencari Kerja beritapenipuan.id – Jakarta, 3 Agustus 2025 — Badan Gizi Nasional (BGN) mengeluarkan imbauan soal maraknya rekrutmen palsu. Modus ini mencatut nama instansi pemerintah, terutama BGN. Penipuan tersebar melalui pesan pribadi seperti WhatsApp dan Telegram. Pelaku menyebarkan formulir palsu dan menawarkan posisi kerja. Tawaran itu disertai dokumen palsu yang menyerupai surat resmi. Namun, seluruh proses tersebut tidak tercatat dalam sistem kepegawaian resmi milik BGN. Modus Tipuan Minta Biaya Administrasi Dalam banyak kasus, penipu meminta biaya administrasi. Mereka berdalih dana dibutuhkan untuk seleksi berkas atau pelatihan. Calon korban yang tergiur lantas mengirimkan sejumlah uang. Ada juga yang membagikan data pribadi tanpa menyadari risiko. Direktur Pengawasan BGN, Brigjen TNI Albertus Dony, menyebut modus ini sudah terjadi sejak dua bulan terakhir. Ia menegaskan bahwa BGN tidak pernah memungut biaya apapun dalam proses rekrutmen. Ciri-Ciri Rekrutmen Palsu yang Harus Diwaspadai Beberapa indikator rekrutmen palsu mudah dikenali. Pertama, penggunaan alamat situs tidak resmi. Kedua, permintaan uang pendaftaran. Ketiga, komunikasi dilakukan via akun personal. Keempat, tidak ada pengumuman di situs bgn.go.id. Menurut Dony, penipuan semacam ini merugikan dua pihak sekaligus. Pelamar kehilangan uang dan BGN kehilangan kepercayaan publik. Karena itu, langkah mitigasi terus dilakukan lewat kampanye edukatif. BGN Sediakan Kanal Pengaduan Resmi Untuk menangani kasus seperti ini, BGN membuka kanal pengaduan aktif. Masyarakat bisa melaporkan penipuan melalui email [email protected]. Selain itu, tersedia layanan WhatsApp di 0811-1000-8008. Pelaporan juga bisa dilakukan di platform bgn.lapor.go.id. Semua laporan akan ditangani langsung oleh tim pengawasan internal. Jika laporan terbukti valid, pihak BGN akan meneruskan ke penegak hukum. Masyarakat Diminta Cermat dan Tidak Panik BGN juga meminta masyarakat tetap tenang dan cermat saat menerima tawaran kerja. Jika ragu, segera cek ke situs resmi. Verifikasi informasi bisa mencegah kerugian finansial dan kebocoran data. Mereka juga mengimbau agar masyarakat tidak menyebarkan tautan mencurigakan. Sebab, link palsu bisa memperluas jaringan penipuan. BGN dan Polisi Lacak Jejak Digital Pelaku BGN telah bekerja sama dengan Kepolisian dan Kominfo. Jejak digital pelaku sedang dilacak melalui nomor telepon dan IP address. Beberapa akun media sosial juga telah diblokir. Langkah hukum dipastikan berjalan. Selain itu, BGN menyusun strategi jangka panjang untuk mengamankan sistem kepegawaian. Protokol digital mereka akan diperketat demi mencegah peniruan identitas di masa depan. Edukasi Jadi Tanggung Jawab Bersama Penipuan rekrutmen bukan hanya tanggung jawab lembaga, tapi juga masyarakat. Edukasi soal literasi digital harus meluas hingga tingkat keluarga. Anak muda, yang jadi target utama penipuan, wajib dibekali kemampuan deteksi modus digital. Jika masyarakat waspada dan aktif melapor, penyebaran modus seperti ini bisa ditekan. News bgnPenipuanpenipuan bgnrekrutmen palsu