Tambah Fitur Keamanan, Aplikasi wondr by BNI Tidak Bisa Diakses Saat Ada Panggilan Masuk Cahaya Cinta, April 15, 2026 BNI Memperkuat Keamanan wondr by BNI dengan Mengunci Akses Aplikasi Saat Panggilan Masuk BNI Menerapkan Fitur yang Mengunci Aplikasi wondr by BNI Ketika Ponsel Menerima Panggilan Telepon PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI meningkatkan perlindungan nasabah dengan menghadirkan fitur keamanan terbaru pada aplikasi wondr by BNI. BNI menerapkan mekanisme yang secara otomatis membatasi akses aplikasi ketika ponsel pengguna menerima panggilan masuk, sehingga transaksi tidak dapat berlangsung selama komunikasi telepon aktif. Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa perusahaan merancang inovasi tersebut untuk memperkuat pencegahan terhadap berbagai modus penipuan yang memanfaatkan percakapan telepon. Ia menegaskan bahwa BNI menempatkan keamanan nasabah sebagai prioritas utama dalam pengembangan layanan digital. BNI mengaktifkan sistem yang secara otomatis mengunci aplikasi wondr by BNI ketika perangkat menerima panggilan. Layar aplikasi kemudian menampilkan notifikasi “Selesaikan Panggilan Kamu Dulu” sebagai tanda bahwa pengguna harus mengakhiri percakapan sebelum melanjutkan aktivitas perbankan. Dengan mekanisme ini, sistem mencegah pengguna melakukan transaksi saat masih berada dalam situasi komunikasi yang berpotensi berisiko. BNI Mendorong Nasabah untuk Menolak Permintaan Data Rahasia dalam Percakapan Telepon BNI menjelaskan bahwa fitur ini menargetkan pola kejahatan siber yang sering memanfaatkan tekanan psikologis melalui telepon. Pelaku biasanya meminta korban tetap berada dalam panggilan sambil mengarahkan mereka untuk melakukan transaksi atau memberikan informasi sensitif. Okki Rushartomo menegaskan bahwa pelaku penipuan kerap meminta data penting seperti kode OTP, PIN, password, hingga informasi pribadi lain yang dapat membuka akses ke rekening nasabah. Ia menekankan bahwa BNI tidak pernah meminta data rahasia melalui saluran komunikasi apa pun, termasuk panggilan telepon. BNI juga mengimbau nasabah untuk tidak membagikan informasi pribadi kepada pihak yang tidak dikenal, meskipun pelaku mengatasnamakan institusi resmi. Melalui edukasi dan penguatan sistem, BNI berupaya menurunkan risiko kejahatan siber yang semakin berkembang seiring meningkatnya penggunaan layanan digital. Selain meningkatkan keamanan, BNI menempatkan inovasi ini sebagai bagian dari transformasi digital perbankan. Perseroan terus mengembangkan layanan yang aman, nyaman, dan mudah digunakan untuk mendukung kebutuhan transaksi masyarakat yang semakin bergantung pada teknologi digital. Dengan langkah tersebut, BNI menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan nasabah sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap layanan perbankan digital di Indonesia. Business fitur keamanan wondr by BNI