Turis Asing di Labuan Bajo Ditipu Sopir Tour Guide Cahaya Cinta, August 4, 2025August 9, 2025 Sopir Lokal Tipu Turis Inggris di Labuan Bajo, Trip Snorkeling Berujung Kekecewaan Wisatawan Asing Jadi Korban Trip Fiktif di Nuca Molas beritapenipuan.id – Labuan Bajo, 1 Agustus 2025 — Kasus penipuan kembali mencoreng citra pariwisata Indonesia. Dua turis asing, termasuk Matthew (35) asal Inggris, tertipu oleh sopir lokal yang menjanjikan paket snorkeling ke Pulau Nuca Molas. Alih-alih menikmati petualangan laut, mereka justru dibawa menyeberang menggunakan rakit kecil berbahan styrofoam menuju kapal yang tak sesuai janji. Perjalanan singkat selama 10 menit itu berakhir di lokasi tanpa fasilitas snorkeling. Pelaku bukanlah pemandu resmi dan tidak terafiliasi dengan agen perjalanan berizin. Korban yang telah membayar Rp2 juta tidak memperoleh pengalaman wisata yang dijanjikan. Setelah dimediasi oleh pihak kepolisian, pelaku akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Korban pun memilih menyelesaikan kasus ini secara damai dan tidak membawa perkara ke ranah hukum. Otoritas Soroti Dampak Negatif pada Kepercayaan Wisatawan Menanggapi insiden ini, Kementerian Pariwisata menekankan pentingnya pemilihan agen wisata resmi. Frans Teguh, Staf Ahli Menteri Pariwisata, mendorong wisatawan agar hanya menggunakan sumber informasi tepercaya dan memverifikasi kredibilitas penyedia layanan wisata. Menurutnya, Labuan Bajo memang tergolong aman, namun celah dalam sistem pengawasan agen wisata membuka ruang bagi oknum tidak bertanggung jawab untuk beraksi. Rincian Modus Penipuan Terstruktur dan Mengelabui Pelaku memanfaatkan kelemahan regulasi dengan beberapa pola khas: Agen tidak memiliki kantor fisik di Labuan Bajo. Tidak ada kontrak tertulis yang menjamin pelayanan. Transportasi yang digunakan sangat tidak layak, seperti rakit styrofoam. Tidak ada bukti informasi atau izin resmi dari aplikasi atau situs pemerintah. Pembayaran dilakukan langsung tanpa kuitansi atau bukti transaksi sah. Modus tersebut sangat mudah menjebak wisatawan, terutama mereka yang belum familiar dengan sistem pariwisata lokal. Pemerintah Daerah Dorong Pengetatan Regulasi Agen Wisata Pemkab Manggarai Barat bersama Dinas Pariwisata setempat mendesak adanya regulasi ketat terhadap agen perjalanan online. Mereka mengusulkan setiap agen wajib memiliki kantor fisik sebagai syarat operasi. Gubernur NTT turut menyoroti lemahnya pengawasan industri pariwisata dan menyerukan peningkatan penegakan hukum. Menurutnya, destinasi super prioritas seperti Labuan Bajo harus menjunjung tinggi standar layanan demi menjaga reputasi internasional. Edukasi Digital Jadi Solusi Jangka Panjang Kementerian Pariwisata terus menggalakkan literasi digital kepada publik. Wisatawan diimbau cermat memeriksa testimoni, legalitas agen, dan kanal informasi resmi. Selain itu, konsultasi dengan otoritas pariwisata lokal sangat disarankan sebelum memilih paket wisata nonreguler. Pemerintah berharap edukasi ini dapat menekan potensi penipuan sekaligus meningkatkan kualitas pengalaman wisata secara menyeluruh. Kejadian Ini Jadi Cermin Bagi Dunia Pariwisata Insiden Matthew di Labuan Bajo menjadi pelajaran penting bagi seluruh pelaku industri pariwisata. Kepercayaan wisatawan merupakan modal utama sebuah destinasi. Maka dari itu, integritas harus dijunjung tinggi oleh setiap pemandu, sopir, maupun agen perjalanan. Pemerintah pun wajib memperkuat sistem verifikasi dan pengawasan. Sementara itu, wisatawan harus lebih selektif dan tegas dalam menolak tawaran mencurigakan yang tidak memiliki legitimasi. News Nuca Molaspenipuan wisatatrip palsu