Marak Penipuan Jual Beli Susu MBG di Pamekasan, Pelaku Diduga Komplotan Cahaya Cinta, February 1, 2026February 5, 2026 Maraknya Penipuan Jual Beli Susu MBG di Pamekasan Mengungkap Dugaan Aksi Komplotan PAMEKASAN – Maraknya penipuan jual beli susu untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara daring di Kabupaten Pamekasan menimbulkan keresahan di kalangan pelaku usaha. Sejumlah korban menduga kuat aksi tersebut dijalankan secara terorganisir oleh komplotan yang melibatkan penjual online, sopir truk, dan pihak pemilik barang. Kasus ini mencuat setelah seorang warga Pamekasan berinisial ST mengalami kerugian besar. ST mengaku kehilangan uang sebesar Rp 50 juta setelah membeli 500 karton susu sekolah yang rencananya akan disalurkan ke sekolah-sekolah sebagai bagian dari menu MBG. Ia menjelaskan bahwa transaksi bermula dari penawaran penjual yang dikenalnya melalui Facebook. Penjual tersebut kemudian meyakinkan ST bahwa susu telah dikirim dan berada di depan rumahnya. Korban Menceritakan Kronologi Transfer Uang dan Hilangnya Barang ST mengungkapkan kejanggalan saat penjual online mengetahui secara detail posisi truk pengangkut susu yang berhenti di depan rumahnya. Penjual kemudian mendesak ST untuk segera mentransfer uang senilai Rp 50 juta. Setelah transfer dilakukan, situasi justru berubah. Sopir truk yang sebelumnya meninggalkan kendaraan tiba-tiba kembali dan menyatakan belum menerima pembayaran sesuai rekening yang ditentukan. Dengan alasan tersebut, sopir membawa kembali truk beserta seluruh muatan susu. ST semakin curiga ketika pihak-pihak yang terlibat saling mengelak dan mengaku tidak saling mengenal. Ia meyakini peristiwa tersebut bukan kejadian tunggal, melainkan bagian dari pola penipuan yang terstruktur. Warga Lain Menguatkan Dugaan Pola Penipuan Terorganisir Zakaria (37), warga Pamekasan lainnya, menyampaikan kesaksian serupa. Ia menilai terdapat kesamaan peran antara penjual, sopir, dan pemilik susu dalam beberapa kejadian. Menurutnya, pelaku sengaja meminta pembayaran dilakukan sebelum barang diturunkan dari truk. Setelah uang ditransfer, sopir berpura-pura tidak menerima konfirmasi pembayaran dan kembali membawa barang. Zakaria menyebut sedikitnya tiga kasus dengan modus identik telah terjadi di Pamekasan. Dua di antaranya gagal karena calon pembeli menolak mentransfer uang sebelum susu diturunkan. Ia menambahkan bahwa kendaraan pengangkut, sopir, hingga foto produk yang dikirim ke calon korban juga sama. Pelaku Menyasar Pebisnis Susu MBG dan Diduga Akan Dilaporkan Zakaria menegaskan bahwa para pelaku secara khusus menyasar pebisnis susu yang terlibat dalam penyediaan MBG. Ia mendorong para korban untuk segera melaporkan kasus ini ke kepolisian agar tidak semakin banyak pihak yang dirugikan. Dugaan kuat terhadap aksi komplotan ini diharapkan dapat segera diusut tuntas oleh aparat penegak hukum. Business penipuan susu MBG Pamekasan