Marak Penipuan E-Commerce: Toko Fiktif dan Bea Cukai Palsu Rugikan Konsumen Cahaya Cinta, August 6, 2025August 9, 2025 Penipuan Digital di E-Commerce Kembali Merajalela di Indonesia beritapenipuan.id – Di berbagai wilayah Indonesia, penipuan digital lewat platform e-commerce kembali memakan banyak korban sepanjang Juli hingga awal Agustus 2025. Pelaku menggunakan berbagai modus yang semakin canggih dan beragam, mulai dari toko online palsu, tagihan fiktif bea cukai, hingga trik pengembalian barang yang menipu. Pelaku Manfaatkan Diskon dan Harga Murah untuk Menjerat Korban Penipuan ini terutama menyasar pengguna aktif belanja online yang mudah tergoda tautan promosi dengan harga murah dan diskon besar. Setelah melakukan transaksi, banyak pembeli justru tidak menerima barang sesuai janji. Bahkan, beberapa korban menerima paket kosong atau produk yang tidak sesuai, sementara saldo tetap terpotong. Pelaku pun sulit dilacak sehingga korban kesulitan mendapatkan keadilan. Penipu Gunakan Tagihan Bea Cukai Palsu untuk Menipu Pembeli Salah satu modus favorit adalah pengiriman tagihan bea cukai palsu. Korban mendapat pesan dari nomor asing yang mengaku sebagai petugas bea cukai dan menyatakan paket tertahan akibat tunggakan biaya impor. Pesan itu biasanya menyertakan tautan pembayaran yang mengarahkan korban ke situs palsu. Korban yang panik dan terburu-buru melakukan pembayaran tidak menerima paket sama sekali. Setelah dana ditransfer, nomor pengirim langsung tidak bisa dihubungi. Beberapa korban bahkan tertipu oleh email berlogo mirip instansi pemerintah yang meminta data pribadi, termasuk nomor identitas dan foto KTP. Penipu Memanfaatkan Psikologi Konsumen dengan Taktik Canggih Kasus ini membuktikan bahwa pelaku semakin piawai memanfaatkan psikologi konsumen, terutama yang sering berbelanja produk impor melalui reseller. Mereka mengandalkan rasa takut kehilangan barang atau biaya tambahan sehingga korban bertindak tanpa cek ulang. Penjual Dirugikan oleh Trik Retur Palsu yang Merugikan Modus lain yang merugikan adalah penipuan sistem pengembalian barang. Pelaku berperan sebagai pembeli dan memesan produk dari toko online korban. Setelah barang diterima, mereka mengajukan komplain dengan alasan cacat atau salah kirim dan melakukan retur. Namun, barang yang dikirim balik biasanya kosong atau palsu. Sementara itu, sistem e-commerce sudah mengembalikan dana kepada pembeli lebih dulu. Akibatnya, penjual kehilangan produk asli dan uang pembayaran secara bersamaan. Penjual Kecil Rentan Jadi Korban karena Minim Pengetahuan Sistem Retur Penjual kecil yang kurang memahami sistem retur digital sering menjadi sasaran utama. Mereka juga enggan melaporkan penipuan karena takut mendapat ulasan buruk atau pemblokiran akun yang bisa merusak reputasi toko. Platform E-Commerce dan Bea Cukai Ajak Pengguna Waspada Menanggapi maraknya penipuan, sejumlah platform e-commerce mengeluarkan peringatan resmi. Mereka mengimbau pengguna untuk selalu memverifikasi sumber pesan, akun toko, dan situs sebelum bertransaksi. Pengguna diingatkan agar tidak melakukan pembayaran di luar sistem resmi platform demi menghindari kerugian. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menegaskan bahwa tagihan resmi tidak dikirim melalui pesan instan. Semua pemberitahuan terkait pajak atau penahanan barang dilakukan lewat jalur resmi dan portal terverifikasi. Masyarakat yang menemukan kejanggalan disarankan segera menghubungi call center Bea Cukai atau layanan pelanggan platform e-commerce. Masyarakat Harus Perkuat Literasi Digital untuk Tangkal Penipuan Ahli keamanan digital menekankan pentingnya edukasi masyarakat mengenai keamanan transaksi daring. Literasi digital menjadi benteng utama melawan penipuan siber yang terus berkembang. Pengguna sebaiknya tidak mudah tergoda oleh promosi mencurigakan dan menghindari transfer dana di luar sistem platform. Selain itu, selalu periksa reputasi toko dan kredibilitas pembeli sebelum melakukan transaksi besar. Konsumen disarankan menggunakan metode pembayaran yang terlindungi dan menghindari transfer langsung ke rekening pribadi tanpa kepastian identitas penjual. Semakin teliti dan cermat pengguna, semakin kecil peluang pelaku menjalankan aksinya. News E-Commercepenipuan digital E-Commerce