Lonjakan Fintech Bayangi Risiko, Laporan Penipuan Tembus Rp 7 Triliun Cahaya Cinta, January 8, 2026 Lonjakan Fintech Dorong Peningkatan Risiko Penipuan Digital Laporan IASC Ungkap Kerugian Rp 7 Triliun Akibat Penipuan Jakarta – Pertumbuhan pesat industri fintech di Indonesia menimbulkan risiko penipuan digital yang signifikan. Laporan Indonesian Anti-Scam Center (IASC) mencatat 299.237 kasus penipuan sejak 22 November 2024 hingga 16 Oktober 2025, dengan total kerugian korban mencapai Rp 7 triliun. Data tersebut juga menunjukkan sebanyak 94.344 rekening diblokir, 487.378 rekening dilaporkan, dan dana yang berhasil diamankan mencapai Rp 376,8 miliar. Privy Fokus Perkuat Ekosistem Kepercayaan Digital Privy, penyedia identitas digital dan tanda tangan elektronik tersertifikasi, menekankan pentingnya penguatan sistem kepercayaan digital. Dalam keterangan tertulis, Chief Information & Compliance Officer Privy, Krishna Chandra, menjelaskan bahwa perkembangan layanan digital membuat masyarakat sulit membedakan informasi asli dan rekayasa. Ia menekankan perlunya pencegahan penipuan melalui verifikasi identitas tepercaya, pelacakan dokumen, serta standar interoperabilitas untuk memastikan setiap transaksi dapat divalidasi. Identitas Digital Terpusat Kurangi Risiko Kebocoran Data Krishna menambahkan, pengelolaan identitas digital secara terpusat dapat melindungi data pribadi pengguna dan mencegah penyalahgunaan. Dengan sistem ini, pengguna tidak perlu berulang kali memasukkan data sensitif saat mengakses berbagai layanan fintech. Privy telah memverifikasi lebih dari 68 juta individu dan bekerja sama dengan lebih dari 167.000 organisasi di Indonesia. Privy Sediakan Jaminan Sertifikat Elektronik Sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital, Privy menawarkan Certificate Warranty hingga Rp 1 miliar sebagai jaminan perlindungan jika terjadi kerugian akibat penyalahgunaan identitas terkait sertifikat elektronik. Krishna berharap partisipasi Privy dalam Bulan Fintech Nasional 2025 dapat memperkuat keamanan dan kepercayaan identitas digital serta mendorong inovasi di sektor fintech. Kolaborasi Industri dan Regulator Perkuat Perlindungan Konsumen Upaya kolaboratif antara pelaku industri fintech dan regulator menjadi kunci untuk mencegah fraud sejak awal dan memastikan keberlanjutan ekonomi digital. Langkah-langkah ini bertujuan meningkatkan kepercayaan pengguna serta mendukung pertumbuhan industri fintech yang aman dan terpercaya di Indonesia. Business