Kasus Penggelapan Dana di eFishery Guncang Dunia Start-up Indonesia Cahaya Cinta, August 7, 2025August 9, 2025 Skandal Dana Rp15 Miliar Guncang Reputasi Start-Up eFishery beritapenipuan.id – Start-up teknologi perikanan eFishery tengah menghadapi guncangan besar setelah laporan penggelapan dana internal senilai sekitar Rp15 miliar mencuat ke publik pada 5 Agustus 2025. Kasus ini menyeret nama pendiri dan jajaran manajemen atas dugaan penyalahgunaan keuangan perusahaan yang selama ini dikenal inovatif dan tumbuh pesat di sektor akuakultur digital Indonesia. Awalnya dipuji karena visinya dalam mendigitalisasi perikanan dan mendukung pembudidaya ikan, kini reputasi eFishery terguncang akibat temuan dugaan praktik keuangan tidak transparan. Dana operasional yang seharusnya digunakan untuk riset, distribusi pakan, dan pemberdayaan pembudidaya ikan justru dialirkan ke pihak-pihak tertentu secara ilegal. Investigasi Temukan Transaksi Mencurigakan dan Dokumen Internal Tim investigasi eksternal yang melibatkan auditor independen saat ini tengah menyelidiki aliran dana yang diduga disalahgunakan. Bukti berupa dokumen internal dan jejak digital transaksi sedang dianalisis guna menguatkan proses hukum. Skema penggelapan ini diperkirakan telah berlangsung selama beberapa bulan tanpa terdeteksi, hingga akhirnya terungkap lewat audit berkala. Hingga kini, manajemen eFishery belum menyampaikan klarifikasi resmi kepada publik. Namun, beberapa sumber internal membenarkan adanya investigasi intensif yang menyasar sejumlah akun dan mitra vendor. Investor dan Publik Pertanyakan Tata Kelola Keuangan Kabar ini langsung mengundang reaksi tajam dari publik dan investor. Banyak yang mempertanyakan lemahnya sistem pengawasan internal di perusahaan yang telah meraih pendanaan dari berbagai investor global tersebut. Kepercayaan menjadi kunci dalam ekosistem start-up, dan kasus seperti ini dapat menghancurkan reputasi dalam waktu singkat. Para pengamat menyebut bahwa pertumbuhan agresif tanpa penguatan tata kelola berisiko membawa kehancuran. Founder dan pimpinan tidak cukup hanya fokus pada produk dan ekspansi, melainkan wajib menanamkan integritas dan akuntabilitas di seluruh lini organisasi. Mitra Bisnis dan Karyawan Rasakan Dampak Langsung Skandal ini berdampak langsung pada mitra dan karyawan. Beberapa pembudidaya ikan mengaku mengalami keterlambatan pembayaran dan gangguan distribusi produk. Bahkan, sebagian dari mereka mulai mempertimbangkan untuk mengakhiri kerja sama. Di internal perusahaan, suasana kerja dilaporkan semakin tidak kondusif. Tekanan mental dan ketidakpastian arah perusahaan membuat banyak karyawan kehilangan motivasi. Beberapa bahkan dikabarkan mempertimbangkan untuk mengundurkan diri. Sementara itu, mitra pendanaan seperti venture capital dan bank mulai mengevaluasi ulang komitmen mereka. Beberapa institusi menghentikan pencairan dana lanjutan sambil menunggu hasil audit independen. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan risiko reputasi dan kerugian lebih lanjut. Pemerintah Serius Tindak Dugaan Penggelapan Dana Start-Up Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan perhatian serius terhadap kasus ini. Keduanya mendorong eFishery membuka data secara transparan dan mempercepat proses klarifikasi ke publik. Pihak berwenang memastikan bahwa penegakan hukum akan dilakukan secara adil tanpa intervensi. Bila terbukti bersalah, pelaku akan dijerat dengan pasal penggelapan dana perusahaan, yang ancaman hukumannya meliputi pidana penjara dan denda besar. Langkah tegas ini diharapkan memberi efek jera serta menjaga ekosistem start-up Indonesia agar tetap sehat, beretika, dan bertanggung jawab secara hukum. Akuntabilitas Jadi Kunci Ketahanan Start-Up di Era Digital Kasus eFishery menjadi pelajaran penting bagi seluruh pelaku industri start-up, khususnya di sektor agritech dan akuakultur. Inovasi dan pertumbuhan cepat tidak bisa menjadi alasan untuk mengabaikan tata kelola yang sehat. Tanpa transparansi dan akuntabilitas, bahkan perusahaan dengan teknologi terbaik pun bisa runtuh oleh kesalahan manajemen internal. Ke depan, publik, investor, dan pemerintah perlu bersinergi memastikan setiap start-up yang berkembang juga dibangun di atas fondasi etika dan keuangan yang kuat. News eFisherypenggelapan danastart-up