127.271 Bitcoin Terkait Penipuan Disita Otoritas AS, Nilainya Tembus Segini Cahaya Cinta, February 1, 2026February 5, 2026 Otoritas AS Sita 127.271 Bitcoin Senilai Rp180 Triliun dari Jaringan Penipuan Otoritas AS Ambil Alih Bitcoin Terkait Kasus Penipuan Chen Zhi Jakarta — Otoritas Amerika Serikat berhasil menyita 127.271 Bitcoin senilai lebih dari USD 11,4 miliar atau sekitar Rp 180 triliun dari jaringan penipuan internasional yang dikaitkan dengan warga Kamboja, Chen Zhi. Penyitaan ini tercatat sebagai aset forfeit terbesar dalam sejarah Departemen Kehakiman AS (DOJ) dan menegaskan kemampuan aparat hukum melacak aset kripto ilegal lintas negara. Bitcoin Disita dari Dompet Digital Terkait Skema Penipuan Dokumen resmi menunjukkan Bitcoin tersebut berasal dari sejumlah dompet digital yang digunakan dalam skema penipuan Chen Zhi. Pemerintah AS kini menguasai kunci privat aset setelah proses civil asset forfeiture selesai. Chen Zhi telah didakwa atas penipuan melalui media elektronik dan pencucian uang, kemudian diekstradisi ke China dan masih ditahan. Korban Ajukan Gugatan Hukum untuk Kompensasi Sejumlah korban, termasuk keluarga korban tragedi 9/11, mengajukan klaim hukum atas Bitcoin sitaan tersebut. Para penggugat menilai aset ini dapat digunakan untuk kompensasi terkait tanggung jawab Iran dalam pendanaan terorisme, dengan nilai gugatan mencapai lebih dari USD 140 miliar. Salah satu penggugat, Noala Fritz, menyatakan penyitaan ini sebagai langkah besar menuntut keadilan bagi korban terorisme. Penyitaan Bitcoin Jadi Preseden Penting Regulasi Kripto Kasus ini mengingatkan pada penyitaan besar sebelumnya di Inggris, ketika kepolisian Metropolitan London berhasil menyita lebih dari 61.000 Bitcoin dari jaringan penipuan internasional. Aparat hukum menekankan pentingnya teknologi blockchain yang transparan dalam membongkar kejahatan keuangan digital dan menegaskan perlunya kerangka kepatuhan lebih kuat di industri kripto. Pakar Nilai Penyitaan Tingkatkan Kepercayaan Pasar Para pakar menilai penyitaan ini menjadi tonggak penting bagi regulasi kripto global. Keberhasilan aparat hukum melacak aliran aset kripto menunjukkan bahwa meskipun bersifat digital, aset ilegal tetap bisa dipertanggungjawabkan secara hukum, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap industri aset digital. Business AS sita Bitcoin Chen Zhi