Hati-Hati Kuis Online Abal-Abal: Kenali Modus dan Cara Aman Menghindarinya Cahaya Cinta, August 17, 2025August 20, 2025 Hati-Hati Kuis Online Abal-Abal: Kenali Modus dan Cara Aman Menghindarinya beritapenipuan.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penipuan yang beredar di media sosial, khususnya lewat kuis online palsu. Modus ini makin marak digunakan pelaku untuk menjebak korban dengan janji hadiah besar. Dalam unggahan Instagram resminya, OJK menegaskan: “Jangan biarkan iming-iming manis berujung tragis.” Ciri umum modus ini antara lain tawaran hadiah instan dengan syarat minim, akun palsu yang meniru figur publik, penggunaan pesan suara atau bukti transfer palsu, hingga permintaan biaya pengiriman atau administrasi. Semua dirancang agar calon korban panik dan segera mengikuti arahan demi hadiah yang sebenarnya tidak ada. Tanda-Tanda Penipuan Kuis Online Modus semacam ini biasanya berawal dari akun media sosial tidak resmi atau tanpa verifikasi. Korban diarahkan membaca syarat yang dibuat samar, tanpa penjelasan jelas mengenai mekanisme hadiah. Tautan mencurigakan kerap disebarkan melalui DM atau komentar, bahkan korban diminta mentransfer uang lebih dulu. Jika hadiah terdengar terlalu mudah untuk didapat, besar kemungkinan itu jebakan. Modus ini dikenal sebagai social engineering—trik manipulasi psikologis untuk mendapatkan data atau uang korban. Cara Menghindari Modus Kuis Palsu Periksa akun penyelenggara – pastikan akun terverifikasi (centang biru) atau terkait langsung dengan situs resmi. Teliti syarat & ketentuan – jangan langsung percaya pada promosi berhadiah besar. Hindari tautan mencurigakan – link pendek atau tidak jelas bisa berisi phishing atau malware. Jangan kirim uang – lembaga resmi tidak pernah meminta biaya untuk klaim hadiah. Segera laporkan – jika sudah menjadi korban, hubungi Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) agar kasus tidak meluas. Bagian dari Skema Scam yang Lebih Luas Penipuan kuis online hanyalah salah satu bentuk phishing berbasis sosial. Modus ini memanfaatkan trik psikologis lewat quiz atau survei palsu yang tampak menarik dan sederhana. Data pribadi atau finansial korban bisa disalahgunakan untuk pencurian identitas maupun akses perbankan. Skema serupa juga muncul pada giveaway palsu, SMS undian, atau voucher gratis. Semua memanfaatkan kelengahan pengguna digital yang tidak sempat melakukan verifikasi lebih lanjut. Business cara menghindari scam kuiskuis palsu media sosialmodus penipuan digitalpenipuan kuis onlinesocial engineeringtips aman dari kuis palsu