Kasus Penipuan Pernikahan Sesama Jenis di Malang, Pelaku Mengaku Anak DPRD Makassar Cahaya Cinta, April 15, 2026 Pelaku Penipuan Pernikahan Sesama Jenis di Malang Mengaku Anak DPRD untuk Yakinkan Korban Pelaku Gunakan Identitas Palsu dan Klaim Anak DPRD Makassar Kasus dugaan penipuan pernikahan sesama jenis di Kota Malang mengungkap fakta baru setelah pelaku berinisial Rey mengaku sebagai anak anggota DPRD Makassar. Pengakuan tersebut disampaikan kepada keluarga korban untuk meyakinkan mereka agar menyetujui hubungan tersebut. Korban, Intan Anggraeni (28), mengaku percaya karena pelaku menjanjikan kehidupan mapan setelah menikah. Ia juga menerima berbagai janji fasilitas mewah yang membuatnya semakin yakin untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Pelaku Imingi Korban Rumah dan Mobil Mewah Dalam proses pendekatan, pelaku aktif meyakinkan korban dengan janji materi yang menggiurkan. Intan menyebut pelaku menjanjikan rumah serta mobil mewah jenis Lamborghini sebagai bagian dari kehidupan setelah menikah. Selain itu, pelaku juga mengaku memiliki latar belakang keluarga terpandang. Ia menyatakan dirinya merupakan anak pejabat DPRD di Makassar, sementara orang tua yang tinggal di Kota Batu disebut hanya sebagai orang tua asuh. Keluarga Korban Bongkar Kebohongan Pelaku Namun, keluarga korban mulai meragukan keterangan tersebut dan melakukan penelusuran. Perwakilan keluarga, Eko NS, menyatakan bahwa pihaknya memeriksa berbagai informasi yang disampaikan pelaku, termasuk klaim mengenai orang tua yang disebut sebagai anggota DPRD. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa seluruh pengakuan tersebut tidak benar. Keluarga memastikan bahwa identitas yang digunakan pelaku merupakan kebohongan untuk menipu korban dan keluarganya. Keluarga Gagal Temukan Rencana Resepsi yang Dijanjikan Selain memeriksa latar belakang pelaku, keluarga korban juga mengecek rencana resepsi pernikahan yang dijanjikan. Pelaku sebelumnya menyebut akan menggelar pesta di hotel berbintang di Kota Malang pada 8 April 2026. Namun, setelah dilakukan pengecekan langsung ke pihak hotel, tidak ditemukan adanya pemesanan atau jadwal acara pernikahan seperti yang dijanjikan. Fakta ini semakin memperkuat dugaan bahwa pelaku telah merancang penipuan sejak awal. Kasus Terungkap Setelah Korban Mengetahui Fakta Sebenarnya Kasus ini akhirnya terungkap setelah Intan mengetahui fakta mengejutkan pada malam pertama pernikahan bahwa pasangannya merupakan seorang perempuan. Ia kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Malang Kota. Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap dugaan penipuan dan pemalsuan identitas dalam kasus ini. Aparat kepolisian juga mendalami bukti dan keterangan dari korban serta pihak terkait guna memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan. Business penipuan pernikahan sesama jenis Malang