Penipuan Wedding Organizer di Surabaya: Awal Mula Korban Tertarik hingga Tertipu Puluhan Juta Cahaya Cinta, April 9, 2026 Puluhan Korban Datangi Rumah Pemilik WO di Mojokerto Tuntut Uang Pernikahan MOJOKERTO — Puluhan warga Surabaya mendatangi rumah bergaya klasik milik PA, pemilik vendor Wedding Organizer (WO), di kawasan Suromulang Timur 1, Kota Mojokerto, Kamis (2/4/2026). Kedatangan para korban terjadi setelah mereka merasa ditipu oleh PA yang menjanjikan layanan pernikahan namun gagal menunaikan hak klien. Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, ikut mendampingi rombongan untuk memfasilitasi mediasi, sementara Wakil Wali Kota Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi, menyambut mereka untuk memastikan proses berjalan tertib. Mediasi Dimulai Setelah PA Akhirnya Membuka Pintu Rumah Awalnya, ketegangan memuncak karena gerbang rumah PA tidak kunjung dibuka meski sudah diketuk berulang kali. Situasi baru reda setelah salah satu korban menghubungi PA melalui telepon seluler. Setelah pintu dibuka, Armuji langsung memimpin mediasi antara PA dan para korban. Banyak korban menunjukkan emosi dan menuntut pengembalian uang mereka yang telah diserahkan untuk paket pernikahan. Nia Paramita Menjelaskan Awal Mula Terjebak Skema WO Salah satu korban, Nia Paramita, menceritakan bahwa dirinya pertama kali mengetahui usaha PA saat mengikuti pameran pernikahan di Delta Plaza Surabaya. Ia mengaku mencoba layanan test food dan merasa puas sehingga percaya dengan reputasi vendor tersebut. PA dan suaminya diketahui lihai memainkan psikologi calon pengantin, memberi tekanan waktu untuk segera mengambil keputusan. Nia menuturkan bahwa untuk mendapatkan “Promo Pameran”, korban diwajibkan membayar uang muka sebesar 30 persen dari total paket. Ia menyerahkan DP senilai Rp 6 juta. Penipuan berlanjut pada Oktober 2025 ketika PA mempromosikan bonus tambahan bagi klien yang melunasi sisa pembayaran, sehingga Nia melunasi hingga total Rp 17.550.000. Para Korban Mendesak Tanggung Jawab PA dan Pengembalian Dana Para korban mendesak PA untuk segera mengembalikan dana yang telah disetorkan. Wakil Wali Kota Armuji menekankan pentingnya penyelesaian secara damai dan transparan, sekaligus memastikan bahwa kasus ini tidak menimbulkan konflik lebih luas di masyarakat. Mediasi berlangsung intens karena korban ingin mendapatkan kejelasan hak mereka dan mencegah kerugian lebih besar. Business penipuan wedding organizer Surabaya