Waspada Penipuan, BRI Imbau Masyarakat Kenali Modus Link Palsu Cahaya Cinta, April 9, 2026 BRI Mengingatkan Nasabah Agar Menghindari Link Palsu yang Mengincar Data Pribadi JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan digital yang memakai tautan palsu atau phishing. BRI menilai pelaku kejahatan siber semakin sering memanfaatkan situs tiruan untuk mengecoh pengguna layanan keuangan digital dan mencuri data pribadi. Direktur IT BRI Saladin D. Effendi menjelaskan bahwa transformasi digital memang memudahkan transaksi, tetapi perkembangan itu juga membuka peluang kejahatan siber yang lebih beragam. Karena itu, BRI meminta nasabah memeriksa kembali alamat situs sebelum membuka layanan apa pun agar mereka tidak terjebak halaman palsu yang menyerupai website resmi. Pelaku Menyebarkan Tautan Palsu Lewat Pesan Singkat dan Aplikasi Chat Saladin menyebut pelaku biasanya menyebarkan link palsu melalui pesan singkat, email, maupun aplikasi percakapan. Mereka merancang tautan itu agar tampak seperti laman resmi, lalu menekan korban supaya segera memasukkan user ID, PIN, password, dan kode OTP. Dalam banyak kasus, pelaku juga memakai teknik social engineering untuk membangun rasa percaya dan mendorong korban menyerahkan informasi sensitif. BRI menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta data rahasia nasabah melalui tautan tidak resmi maupun pihak yang tidak dapat diverifikasi. Untuk mencegah risiko tersebut, BRI mendorong masyarakat hanya mengakses kanal resmi perseroan, termasuk situs bri.co.id, internet banking ib.bri.co.id, aplikasi BRImo, kantor cabang BRI, contact center 1500017, serta akun media sosial resmi yang telah terverifikasi. BRI Mendorong Masyarakat Menerapkan Prinsip Think Before Click BRI juga meminta nasabah segera menghubungi contact center 1500017 apabila menemukan indikasi social engineering atau aktivitas mencurigakan yang mengatasnamakan BRI. Selain itu, masyarakat perlu menerapkan prinsip “think before click” dengan memeriksa keamanan tautan dan memverifikasi setiap informasi melalui kanal resmi sebelum mengaksesnya. Saladin berharap edukasi berkelanjutan bisa membuat masyarakat semakin sigap menghadapi berbagai modus kejahatan digital. Ia menilai kewaspadaan publik akan membantu menciptakan ekosistem keuangan digital yang aman, nyaman, dan terpercaya. BRI turut menyoroti meningkatnya laporan penipuan di sektor jasa keuangan. Otoritas Jasa Keuangan melalui Indonesia Anti Scam Centre mencatat 477.600 laporan hingga 26 Februari 2026, dengan 243.323 laporan masuk lewat Pelaku Usaha Sektor Keuangan dan 234.277 laporan lain disampaikan langsung oleh korban. Business BRI ingatkan link palsu