Kumpulan Hoaks Token Listrik PLN, dari Dibagikan Gratis sampai Diusulkan Naik Cahaya Cinta, April 9, 2026 Hoaks Token Listrik PLN Marak Beredar dan Menjebak Masyarakat Lewat Berbagai Modus Hoaks terkait token listrik PLN terus menyebar luas dan dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk menipu masyarakat. Berbagai klaim palsu muncul di media sosial dan aplikasi percakapan dengan iming-iming keuntungan instan yang menarik perhatian. Informasi menyesatkan ini umumnya bertujuan mengelabui korban agar memberikan data pribadi, mengakses tautan berbahaya, atau bahkan mentransfer sejumlah uang. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan memastikan setiap informasi berasal dari sumber resmi. Cek Fakta Liputan6.com pun menelusuri sejumlah klaim yang beredar dan menemukan berbagai bentuk hoaks yang perlu diwaspadai. Pelaku Menyebarkan Link Token Listrik Gratis Rp 750 Ribu untuk Menarik Korban Salah satu hoaks yang beredar mengklaim adanya program token listrik gratis senilai Rp 750 ribu bagi pelanggan PLN. Informasi tersebut diunggah melalui Facebook pada 27 Maret 2026 dan menyertakan tautan pendaftaran. Unggahan tersebut mengajak pengguna untuk memasukkan ID pelanggan dengan janji token akan langsung masuk ke meteran listrik. Namun, tautan yang disediakan justru mengarah ke situs yang meminta data pribadi seperti nama lengkap, alamat, hingga nomor Telegram aktif. Fakta menunjukkan bahwa klaim tersebut tidak benar dan hanya menjadi modus untuk mengumpulkan data pengguna secara ilegal. Pelaku Mengklaim Program Subsidi dan Token Gratis dari Pemerintah untuk Menipu Pengguna Selain itu, muncul juga klaim mengenai program token dan subsidi listrik gratis dari pemerintah melalui PLN. Informasi ini beredar sejak 2 Maret 2026 dan juga dilengkapi dengan tautan pendaftaran. Dalam praktiknya, situs yang dituju meminta berbagai identitas pribadi pengguna. Modus ini memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap program bantuan pemerintah untuk melancarkan penipuan. Padahal, PLN tidak pernah mengumumkan program semacam itu melalui tautan tidak resmi, sehingga masyarakat perlu memastikan kebenaran informasi sebelum mengikuti instruksi yang beredar. Unggahan Menyesatkan Mencatut Pernyataan Menteri ESDM Soal Kenaikan Token Listrik Hoaks lain yang beredar mencatut nama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan klaim bahwa ia mengusulkan kenaikan harga token listrik. Informasi tersebut diunggah di media sosial dan menyebar luas. Narasi yang digunakan menyebutkan bahwa kenaikan harga diperlukan agar PLN tidak merugi dan masyarakat belajar menghemat listrik. Namun, klaim tersebut tidak didukung pernyataan resmi dan tergolong informasi menyesatkan. Masyarakat perlu memahami bahwa informasi terkait kebijakan publik harus merujuk pada sumber resmi pemerintah atau lembaga terkait. Cek Fakta Liputan6.com Mengajak Publik Aktif Melawan Hoaks Cek Fakta Liputan6.com terus mengedukasi masyarakat untuk melawan penyebaran hoaks sejak 2018. Upaya ini dilakukan melalui verifikasi informasi dan penyampaian klarifikasi kepada publik. Selain itu, kanal ini juga tergabung dalam International Fact Checking Network dan bekerja sama dengan berbagai pihak tanpa mengurangi independensi. Masyarakat dapat berpartisipasi dengan melaporkan informasi mencurigakan untuk ditelusuri lebih lanjut. Dengan meningkatnya literasi digital, masyarakat diharapkan mampu mengenali ciri-ciri hoaks dan tidak mudah terjebak dalam penipuan berbasis online. Business hoaks token listrik PLN