Jelang Lebaran Penipuan Online Semakin Marak, Simak Ragam Modusnya Cahaya Cinta, March 24, 2026 Penipuan Online Marak Jelang Lebaran, Masyarakat Diminta Waspada OJK DIY Catat Kerugian Fantastis Akibat Penipuan Digital Jakarta – Menjelang Lebaran Hari Raya Idulfitri 2026, transaksi digital masyarakat Indonesia meningkat tajam. Peningkatan aktivitas ini sekaligus membuka peluang bagi pelaku kejahatan siber untuk melancarkan penipuan online. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat kerugian akibat penipuan digital mencapai Rp 157,34 miliar pada periode 2024-2025, dengan modus jual beli online menjadi yang paling banyak terjadi. Penipu Manfaatkan Promo Lebaran Palsu untuk Menguras Uang Korban Para pelaku kejahatan siber memanfaatkan kelengahan masyarakat yang tergiur diskon besar atau promo tidak masuk akal. Situs belanja online palsu, akun media sosial fiktif, dan toko online bodong menawarkan produk dengan harga sangat murah, termasuk diskon hingga 70% untuk pakaian atau smartphone. Korban melakukan pembayaran, namun barang tidak dikirim atau tidak sesuai deskripsi. Contohnya, akun Instagram Bellvania.idn menawarkan pakaian Lebaran seharga Rp 225.000 hingga Rp 935.000, namun barang tak pernah diterima. Malware dan Tautan Palsu Ancaman Serius bagi Pengguna Digital Diskominfo Batam mengingatkan masyarakat terhadap “iklan maut” yang menyamarkan tautan palsu berisi malware. Malware ini mampu mencuri data pribadi, menguras saldo rekening, membajak akun media sosial, dan merusak perangkat. Modus phishing dan smishing melalui email atau pesan teks juga semakin canggih, meniru komunikasi resmi dari bank atau instansi pemerintah untuk mencuri username, password, dan kode OTP. Pelaku Gunakan File APK dan Panggilan Palsu untuk Menipu Penipu juga menyebarkan file APK palsu dengan label seperti “Cek Status Paket” atau “Kartu Ucapan Lebaran Digital” agar korban menginstal aplikasi berbahaya. Aplikasi ini memantau aktivitas ponsel, mencuri kata sandi, dan menguras saldo mobile banking. Modus panggilan palsu semakin kompleks dengan rekaman suara korban atau AI meniru suara anggota keluarga untuk meminta dana darurat, menekan korban bertindak cepat tanpa verifikasi. Penipuan Tiket, Tukar Uang, dan Hewan Kurban Mengintai Masyarakat Pelaku juga menipu melalui penawaran tiket pesawat atau paket liburan palsu dengan harga murah dan pembayaran di muka. Penukaran uang baru dan penipuan hewan kurban online meningkat jelang Lebaran. Penipuan kurban biasanya menampilkan harga murah, nomor rekening tidak sesuai badan penyalur, serta tidak ada dokumentasi proses pemilihan atau penyembelihan hewan. Kasus serupa pernah terjadi di Bukittinggi pada 2022, menimbulkan kerugian ratusan juta rupiah. Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan dan Gunakan Saluran Resmi Masyarakat diimbau selalu memverifikasi keaslian toko online, tautan, dan penawaran sebelum melakukan transaksi. Jangan mudah tergiur promo terlalu murah, jangan memberikan data pribadi, dan hanya unduh aplikasi dari toko resmi. Langkah ini penting agar Lebaran dapat dirayakan aman tanpa kehilangan uang atau data pribadi akibat ragam modus penipuan online. Business penipuan online Lebaran