Pemilik Toko Sembako di Pasuruan Tertipu Sales Minyak Goreng, 5 Kardus Berisi Potongan Batako Cahaya Cinta, March 12, 2026 Pemilik Toko Sembako di Pasuruan Tertipu Sales Minyak Goreng, Kardus Berisi Potongan Batako Seorang pemilik toko sembako di Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, menjadi korban penipuan setelah membeli minyak goreng dari seseorang yang mengaku sebagai sales. Lima kardus yang dibelinya ternyata tidak berisi minyak goreng, melainkan potongan batako. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 25 Februari 2026, dan kemudian menjadi perbincangan di media sosial setelah video kejadian itu beredar luas. Pemilik toko bernama Muzammah mengaku awalnya tidak menaruh kecurigaan terhadap pria yang datang menawarkan minyak goreng tersebut. Apalagi, pria itu berpakaian rapi dan mengaku sebagai tenaga penjualan produk minyak goreng. Muzammah Membeli Minyak Goreng karena Stok di Tokonya Habis Muzammah menjelaskan bahwa saat itu kondisi tokonya sedang ramai pembeli. Di tengah kesibukan tersebut, seorang pria datang menawarkan minyak goreng merek Sunco dalam kardus. Ia tertarik membeli karena persediaan minyak goreng di tokonya memang sedang habis. Selain itu, produk tersebut juga cukup sulit ditemukan di pasaran saat itu. Karena merasa membutuhkan stok tambahan, Muzammah akhirnya memutuskan membeli lima kardus minyak goreng yang ditawarkan sales tersebut. Ia membayar Rp 225.000 untuk setiap kardus, sehingga total uang yang dikeluarkan mencapai lebih dari Rp 1 juta. Muzammah Menemukan Isi Kardus Berupa Batako Setelah Membuka Kemasan Setelah transaksi selesai, lima kardus tersebut masih diletakkan di bagian depan toko dengan rencana akan dipajang untuk dijual kembali. Namun tak lama kemudian, Muzammah meminta adiknya membuka salah satu kardus untuk memastikan isi barang tersebut. Saat kardus pertama dibuka, mereka justru menemukan potongan batako di dalamnya. Kejutan itu membuat mereka langsung memeriksa empat kardus lain yang masih tersusun rapi. Hasilnya sama, seluruh kardus yang dibeli ternyata hanya berisi potongan batako. Kejadian itu kemudian direkam oleh orang-orang yang berada di lokasi dan videonya menyebar di media sosial. Polisi Mengimbau Pedagang Lebih Teliti Saat Bertransaksi dengan Sales Meski mengalami kerugian, Muzammah memilih tidak melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Ia hanya berharap kejadian serupa tidak menimpa pedagang sembako lainnya. Sementara itu, Kasi Humas Polres Pasuruan, Joko Suseno, menyatakan bahwa pihaknya telah mengetahui peristiwa tersebut melalui media sosial. Ia mengimbau para pemilik toko untuk lebih berhati-hati ketika menerima tawaran barang dari sales yang datang langsung ke toko. Menurutnya, pedagang sebaiknya memeriksa isi barang sebelum melakukan pembayaran. Selain itu, dokumentasi transaksi juga penting untuk menghindari potensi penipuan di kemudian hari. Ia menambahkan bahwa kewaspadaan perlu ditingkatkan, terutama selama bulan Ramadhan ketika permintaan sembako di masyarakat meningkat cukup signifikan. Business penipuan minyak goreng Pasuruan