Laporan Penipuan di Bulan Ramadan Melonjak hingga 35 Persen Cahaya Cinta, March 12, 2026 Indosat Mencatat Lonjakan Laporan Penipuan hingga 35 Persen Selama Ramadan Jakarta – Aktivitas digital masyarakat yang meningkat selama bulan Ramadan ternyata diikuti dengan naiknya ancaman kejahatan siber. Indosat Ooredoo Hutchison mencatat adanya lonjakan signifikan dalam laporan penipuan atau fraud selama periode tersebut. SVP Head of Corporate Communications Indosat, Ovidia Namia, mengungkapkan bahwa data internal perusahaan menunjukkan peningkatan laporan penipuan dibandingkan hari-hari biasa. Lonjakan ini muncul seiring meningkatnya penggunaan layanan digital oleh masyarakat selama Ramadan. Menurut Ovidia, laporan fraud meningkat sekitar 34 hingga 35 persen selama bulan suci tersebut. Kondisi ini mendorong perusahaan untuk memperkuat sistem perlindungan digital bagi para pelanggan. “Laporan fraud di bulan Ramadan meningkat sekitar 34 hingga 35 persen. Karena itu kami menghadirkan fitur Anti-Spam dan Anti-Scam berbasis kecerdasan buatan agar pelanggan bisa beribadah dengan lebih tenang,” ujar Ovidia dalam keterangannya. Indosat Menggunakan Teknologi AI untuk Menghadang Ancaman Siber Secara Real-Time Menanggapi peningkatan risiko tersebut, Indosat memperkuat sistem keamanan jaringan dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi ini dirancang untuk mengidentifikasi serta memblokir ancaman digital sebelum mencapai perangkat pengguna. Sistem perlindungan ini bekerja secara real-time dengan memantau berbagai aktivitas mencurigakan di jaringan. Melalui pendekatan ini, perusahaan berupaya mengurangi potensi penipuan yang sering memanfaatkan pesan singkat, panggilan telepon, atau tautan berbahaya. Sejak diluncurkan pada Agustus 2025, teknologi keamanan ini telah menunjukkan sejumlah capaian signifikan. Sistem tersebut berhasil memblokir lebih dari dua miliar panggilan, pesan, serta tautan yang terindikasi berbahaya. Selain itu, teknologi tersebut juga berhasil mencegah potensi kerugian finansial pelanggan yang diperkirakan mencapai sekitar 500 juta dolar Amerika Serikat. Di sisi lain, tingkat kepuasan pengguna terhadap sistem perlindungan ini juga cukup tinggi, dengan lebih dari 95 persen pelanggan menyatakan merasa lebih aman saat menggunakan layanan digital. Ovidia menambahkan bahwa sistem ini terus mempelajari pola ancaman baru yang berkembang di ruang digital. Dengan kemampuan pembelajaran tersebut, sistem keamanan dapat menyesuaikan diri dengan berbagai modus penipuan yang terus berubah. Indosat Menghadirkan Aplikasi Sahabat AI untuk Mendukung Komunikasi Berbasis Teknologi Lokal Selain memperkuat perlindungan digital, Indosat juga memperkenalkan inovasi teknologi baru melalui aplikasi bernama Sahabat AI. Aplikasi ini dikembangkan dengan dukungan teknologi dari NVIDIA dan dirancang untuk memberikan pengalaman kecerdasan buatan yang lebih relevan bagi masyarakat Indonesia. Ovidia menjelaskan bahwa Sahabat AI dikembangkan oleh talenta lokal dengan fokus pada kebutuhan pengguna di dalam negeri. Karena itu, aplikasi ini dirancang agar mampu memahami konteks bahasa Indonesia secara lebih mendalam dibandingkan model AI global. Aplikasi tersebut tidak hanya mendukung penggunaan bahasa Indonesia secara natural, tetapi juga menyediakan dukungan untuk lima bahasa daerah. Pendekatan ini diharapkan dapat membuat interaksi digital menjadi lebih mudah dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat. Lebih lanjut, Ovidia menegaskan bahwa akses terhadap Sahabat AI tidak terbatas bagi pelanggan Indosat saja. Perusahaan membuka penggunaan aplikasi ini untuk seluruh masyarakat Indonesia agar dapat membantu meningkatkan produktivitas serta mempermudah komunikasi sehari-hari. Business lonjakan penipuan ramadan indosat