Astaga! Niat Mencari Kerja, 11 Pria Malah Berakhir di Medan Perang Cahaya Cinta, March 12, 2026 Pemerintah Afrika Selatan Memulangkan 11 Warganya yang Terjebak Perang Rusia-Ukraina Sebanyak 11 warga Afrika Selatan akhirnya kembali ke tanah air setelah sebelumnya terjebak dalam konflik Rusia-Ukraina. Mereka tiba di Bandara Internasional King Shaka pada Rabu setelah menjalani proses pemulangan yang difasilitasi pemerintah. Kepulangan mereka menandai perkembangan terbaru dalam upaya pemerintah Afrika Selatan untuk menyelamatkan warganya yang sempat mengirimkan panggilan darurat dari wilayah Donbas di Ukraina timur. Sebelumnya, para pria tersebut mengaku berangkat ke Rusia dengan harapan mendapatkan pekerjaan, namun justru berakhir di area konflik. Setibanya di bandara, aparat kepolisian langsung mengawal para pria tersebut untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Jabulani Khumalo Mengaku Membantu Proses Kepulangan Para Warga Pendiri Partai Mkhonto Wesizwe (MKP), Jabulani Khumalo, menyatakan dirinya ikut membantu memfasilitasi proses kepulangan para warga Afrika Selatan tersebut. Ia menyampaikan pernyataan itu kepada wartawan di luar kantor polisi bandara setelah para pria tiba di negara asalnya. Meski demikian, Khumalo menegaskan bahwa partainya tidak terlibat dalam proses perekrutan yang diduga menjerumuskan para pria tersebut ke wilayah konflik. Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap praktik perekrutan yang menjanjikan pekerjaan bergaji tinggi namun berujung pada keterlibatan dalam perang. Laporan Perekrutan Pekerja Keamanan Berujung Perang Semakin Meningkat Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai laporan menyebutkan adanya warga Afrika yang menerima tawaran pekerjaan keamanan di Rusia dengan imbalan besar. Namun setelah tiba di negara tersebut, sebagian dari mereka justru ditempatkan di garis depan perang Rusia-Ukraina. Fenomena ini memicu kekhawatiran serta ketegangan diplomatik antara Rusia dan sejumlah negara yang warganya terdampak perekrutan tersebut. Pemerintah Afrika Selatan sebelumnya mengungkapkan bahwa sedikitnya 17 pria diduga menjadi korban penipuan yang menjanjikan pekerjaan menguntungkan di Rusia. Tawaran tersebut membuat mereka bersedia melakukan perjalanan ke luar negeri tanpa mengetahui risiko sebenarnya. Pemerintah Afrika Selatan Mengupayakan Pemulangan Warga Melalui Jalur Diplomatik Sebelum kepulangan 11 pria tersebut, empat warga Afrika Selatan lainnya telah lebih dulu kembali ke tanah air pada pekan sebelumnya. Dengan demikian, sebagian besar korban kini telah berhasil dipulangkan. Namun dua orang lainnya masih berada di Rusia. Salah satu di antaranya dilaporkan sedang menjalani perawatan medis di sebuah rumah sakit di Moskow. Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa disebut telah membahas persoalan tersebut secara langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui percakapan telepon pada awal bulan ini. Kantor kepresidenan Afrika Selatan menyatakan bahwa pembicaraan itu menghasilkan komitmen dari pihak Rusia untuk membantu proses pemulangan warga secara aman. Business warga afrika selatan terjebak perang rusia ukraina