Suami Terjebak Kerja Scam di Kamboja, Istri di Bengkulu Patungan Bayar Mobil untuk Kabur Cahaya Cinta, February 1, 2026February 5, 2026 Istri di Bengkulu Patungan Biayai Pelarian Suami dari Kerja Scam di Kamboja BENGKULU – Sejumlah istri di Kota Bengkulu bergerak cepat menyelamatkan suami mereka yang terjebak kerja scam judi online di Kamboja. Para istri patungan membayar sewa mobil agar suami mereka bisa kabur menuju Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh setelah mengalami kekerasan selama bekerja. Empat warga Kota Bengkulu bernama Ardi, Deni Febriansyah, Imron, dan Engga sebelumnya menerima tawaran kerja sebagai marketing elektronik di Vietnam. Namun, perekrut membawa mereka ke Kamboja dan memaksa mereka bekerja sebagai pelaku scam judi online. Para korban menjalani jam kerja ekstrem hingga 24 jam tanpa istirahat dan menghadapi ancaman hukuman jika gagal memenuhi target. Perekrut Mengalihkan Pekerja ke Jaringan Scam Judi Online Para istri menceritakan bahwa perekrut menjanjikan pekerjaan layak dengan gaji besar di luar negeri. Kenyataannya, para korban justru masuk ke lingkungan kerja tertutup yang dipenuhi komputer dan pengawasan ketat. Mandor yang mengawasi pekerjaan itu disebut berasal dari Indonesia, sementara pimpinan tertinggi diduga warga asing. Sustri, istri Imron, menjelaskan bahwa suaminya sempat melakukan panggilan video untuk memperlihatkan kondisi ruang kerja. Ia melihat ruangan luas dengan deretan komputer dan pekerja yang terus dipaksa beroperasi. Mandor memberi sanksi berupa denda hingga setrum listrik ketika target tidak tercapai atau pekerja terlihat kelelahan. Para Korban Mengalami Kekerasan dan Jam Kerja Tidak Manusiawi Tekanan fisik dan mental terus meningkat selama para korban bekerja. Mereka tidak memiliki kebebasan bergerak dan selalu berada di bawah pengawasan. Kekerasan menjadi alat utama untuk memaksa mereka tetap bekerja, sehingga keempat warga Bengkulu itu akhirnya sepakat melarikan diri demi keselamatan. Keputusan kabur muncul setelah para korban tidak lagi memiliki uang dan akses bantuan. Mereka kemudian menghubungi keluarga di Bengkulu untuk meminta pertolongan agar bisa meninggalkan lokasi kerja secara diam-diam. Para Istri Menggalang Dana untuk Menyelamatkan Suami Para istri korban berinisiatif mengumpulkan dana bersama untuk menyewa mobil. Mereka mentransfer uang agar suami mereka dapat menempuh perjalanan sekitar enam jam menuju KBRI di Phnom Penh. Upaya itu berhasil membawa keempat korban ke tempat aman. Ketua DPD Garda Relawan Indonesia Semesta Provinsi Bengkulu, Iman SP Noya, menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan kementerian terkait dan Gubernur Bengkulu. Ia mendorong percepatan pemulangan keempat warga tersebut ke Indonesia. Business suami terjebak kerja scam di Kamboja