Waspada Marak Penipuan Jelang Nataru! Ini Modusnya Cahaya Cinta, January 8, 2026 OJK Mengingatkan Masyarakat Waspada Lonjakan Penipuan Menjelang Nataru 2025/2026 Otoritas Jasa Keuangan mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Peringatan ini muncul seiring lonjakan aktivitas belanja, transaksi digital, serta mobilitas masyarakat pada akhir tahun. OJK menilai situasi tersebut kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melancarkan berbagai modus penipuan yang semakin kompleks. Melalui akun Instagram resmi @kontak157, OJK mengajak masyarakat agar lebih peka terhadap tanda-tanda penipuan di sekitar mereka. OJK menegaskan bahwa kewaspadaan menjadi kunci utama agar masyarakat tidak terjebak iming-iming yang terlihat menguntungkan, tetapi berujung kerugian finansial. OJK Mengungkap Modus File APK Berkedok Ucapan Natal OJK mengungkap salah satu modus terbaru berupa pengiriman ucapan Natal dalam bentuk file berformat .APK. Pelaku mengemas file tersebut seolah-olah video atau kartu ucapan digital, padahal sebenarnya berisi aplikasi berbahaya. OJK menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh mengunduh atau mengklik file APK dari sumber tidak dikenal. Menurut OJK, satu kali klik pada file berbahaya tersebut dapat membuka akses pelaku ke data pribadi korban. Dampaknya, saldo rekening bisa terkuras, informasi sensitif dicuri, bahkan perangkat ponsel dapat dikendalikan dari jarak jauh oleh pelaku. OJK Menyoroti Modus Diskon Palsu dan Tautan Belanja Ilegal Selain file berbahaya, OJK juga menyoroti maraknya penipuan melalui tawaran diskon besar, flash sale palsu, serta tautan belanja yang tampak menyerupai situs resmi. Pelaku memanfaatkan antusiasme masyarakat berburu promo akhir tahun untuk mengelabui korban agar memasukkan data pribadi dan informasi perbankan. Tidak hanya itu, penipuan berkedok hadiah dan donasi sosial juga meningkat signifikan menjelang akhir tahun. OJK menilai modus ini sengaja menyentuh emosi korban agar bertindak impulsif tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. OJK Menilai Generasi Muda Paling Rentan Terjebak Penipuan Digital OJK menilai generasi muda menjadi kelompok yang cukup rentan terhadap penipuan digital. Dorongan gaya hidup konsumtif, kebutuhan serba cepat, serta akses mudah ke layanan ilegal kerap membuat keputusan diambil tanpa pertimbangan matang. Kondisi ini memperbesar peluang pelaku untuk melancarkan aksinya. OJK kembali mengingatkan masyarakat agar selalu memeriksa sumber informasi, tidak mudah tergiur tawaran menggiurkan, serta menjaga kerahasiaan data pribadi. Dengan kewaspadaan dan literasi digital yang baik, OJK optimistis masyarakat dapat terhindar dari jerat penipuan jelang Nataru. Business