Warga RI Rugi Triliunan Rupiah Akibat Peretasan Rekening Digital Cahaya Cinta, August 13, 2025August 19, 2025 Warga RI Rugi Triliunan Rupiah Akibat Peretasan Rekening Digital beritapenipuan.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hilangnya dana masyarakat Indonesia mencapai Rp 4,1 triliun akibat peretasan rekening secara daring. Pelaku menggunakan berbagai cara untuk memperoleh akses ilegal ke rekening nasabah. OJK menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi penipuan dan peretasan digital yang merugikan finansial pribadi. Cara Pelaku Mengelabui Korban Para pelaku memanfaatkan media sosial dan aplikasi pesan untuk mendekati korban. Mereka menyamar sebagai pihak resmi, termasuk lembaga pemerintah atau bank, untuk memperoleh kepercayaan. Selanjutnya, pelaku meminta informasi pribadi atau mengarahkan korban ke tautan palsu. Dana di rekening korban kemudian dipindahkan ke rekening pelaku tanpa sepengetahuan korban. Langkah OJK Melindungi Masyarakat OJK menyediakan Anti-Scam Center melalui WhatsApp untuk memberikan edukasi dan menerima laporan dugaan penipuan. Layanan ini membantu masyarakat mengenali tanda-tanda penipuan serta langkah yang perlu diambil jika menjadi korban. Selain itu, OJK terus bekerja sama dengan lembaga keuangan untuk meminimalkan risiko peretasan rekening. Imbauan untuk Nasabah OJK meminta masyarakat selalu memverifikasi informasi yang diterima dan tidak membagikan data pribadi atau akses rekening kepada pihak tidak dikenal. Waspada terhadap janji keuntungan cepat dan besar menjadi kunci mencegah kerugian finansial. Masyarakat juga disarankan untuk rutin mengganti kata sandi dan mengaktifkan fitur keamanan tambahan di rekening digital. Pentingnya Kesadaran Digital Kejadian ini menjadi peringatan bagi semua nasabah untuk lebih berhati-hati di era digital. Kerja sama antara masyarakat, otoritas, dan bank penting untuk menciptakan sistem keuangan daring yang aman. Dengan kewaspadaan dan langkah preventif, risiko kerugian akibat penipuan dan peretasan dapat ditekan, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat pada layanan perbankan digital. Business edukasi perlindungan nasabahkeamanan rekening bankkehilangan dana nasabahkerugian finansial akibat peretasanmodus penipuan onlineOJK Anti-Scam Centerpenipuan digital Indonesiaperetasan rekening digitalrekening diretasscam digital bank
Warga RI Rugi Triliunan Rupiah Akibat Peretasan Rekening Digital beritapenipuan.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hilangnya dana masyarakat Indonesia mencapai Rp 4,1 triliun akibat peretasan rekening secara daring. Pelaku menggunakan berbagai cara untuk memperoleh akses ilegal ke rekening nasabah. OJK menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi penipuan dan peretasan digital yang merugikan finansial pribadi. Cara Pelaku Mengelabui Korban Para pelaku memanfaatkan media sosial dan aplikasi pesan untuk mendekati korban. Mereka menyamar sebagai pihak resmi, termasuk lembaga pemerintah atau bank, untuk memperoleh kepercayaan. Selanjutnya, pelaku meminta informasi pribadi atau mengarahkan korban ke tautan palsu. Dana di rekening korban kemudian dipindahkan ke rekening pelaku tanpa sepengetahuan korban. Langkah OJK Melindungi Masyarakat OJK menyediakan Anti-Scam Center melalui WhatsApp untuk memberikan edukasi dan menerima laporan dugaan penipuan. Layanan ini membantu masyarakat mengenali tanda-tanda penipuan serta langkah yang perlu diambil jika menjadi korban. Selain itu, OJK terus bekerja sama dengan lembaga keuangan untuk meminimalkan risiko peretasan rekening. Imbauan untuk Nasabah OJK meminta masyarakat selalu memverifikasi informasi yang diterima dan tidak membagikan data pribadi atau akses rekening kepada pihak tidak dikenal. Waspada terhadap janji keuntungan cepat dan besar menjadi kunci mencegah kerugian finansial. Masyarakat juga disarankan untuk rutin mengganti kata sandi dan mengaktifkan fitur keamanan tambahan di rekening digital. Pentingnya Kesadaran Digital Kejadian ini menjadi peringatan bagi semua nasabah untuk lebih berhati-hati di era digital. Kerja sama antara masyarakat, otoritas, dan bank penting untuk menciptakan sistem keuangan daring yang aman. Dengan kewaspadaan dan langkah preventif, risiko kerugian akibat penipuan dan peretasan dapat ditekan, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat pada layanan perbankan digital.