Warga Geruduk Rumah Pemilik WO yang Diduga Tipu Ratusan Pasangan di Jaktim Cahaya Cinta, January 8, 2026 Warga Geruduk Rumah Pemilik WO Diduga Tipu Ratusan Pasangan di Jakarta Timur Jakarta Timur – Sejumlah korban penipuan wedding organizer (WO) mendatangi rumah pemilik jasa tersebut, Ayu Puspita, di wilayah Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (7/12/2025). Warga membawa AP ke Mapolres Jakarta Timur untuk mempertanggungjawabkan dugaan penipuan. Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal, mengonfirmasi, “Minggu siang, warga membawa pemilik WO ke Polres. Saya berusaha menengahi dan menginterogasinya, sekaligus meminta korban bersabar dan tidak terpancing provokasi.” Polisi Janji Pulihkan Hak Korban Alfian menegaskan pihak kepolisian akan berupaya mengembalikan hak-hak korban penipuan. Ia mengatakan, “Saya akan mengusahakan agar semua korban bisa mendapatkan haknya kembali.” Kerumunan Warga Penuhi Jalan Video yang beredar di media sosial menunjukkan banyak orang berbondong-bondong mendatangi rumah pemilik WO. Salah satu video diunggah akun Threads @jumiyy_, yang mengaku sebagai salah satu korban. Lokasi rumah di jalan kecil membuat kerumunan warga memenuhi jalan hingga malam hari. Kasus Terungkap dari Media Sosial Dugaan penipuan WO ini mulai terungkap setelah seorang perias pengantin mengunggah masalah pernikahan di TikTok, yang terjadi di Jakarta Barat dan Jakarta Utara pada Sabtu (6/12/2025). Salah seorang korban, Tamay (26), menceritakan, “Dia menangani beberapa acara pada hari Sabtu, tetapi bermasalah. Katering tidak datang, hanya dekorasi yang tersedia.” Warganet yang menjadi korban menanggapi unggahan tersebut dan mulai berkomunikasi melalui grup WhatsApp untuk menyamakan informasi serta menelusuri kerugian yang dialami. Kerugian Capai Rp 16 Miliar Polisi menyebut dugaan penipuan WO ini merugikan ratusan pasangan dengan total kerugian mencapai Rp 16 miliar. Aparat kepolisian saat ini menindaklanjuti kasus tersebut untuk memastikan semua korban mendapatkan ganti rugi sesuai hukum. Kasus penipuan WO Ayu Puspita menunjukkan bagaimana praktik bisnis yang tidak bertanggung jawab dapat merugikan banyak orang sekaligus. Kepolisian Jakarta Timur terus menindaklanjuti laporan korban dan berupaya mengembalikan hak-hak yang dirugikan. Business