Teknologi AI Ampuh Mendeteksi Fraud hingga 95% Cahaya Cinta, March 12, 2026 Teknologi AI Membantu Institusi Keuangan Mendeteksi Fraud hingga 95 Persen Jakarta – Pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara terus meningkat seiring melonjaknya transaksi keuangan online dan berkembangnya layanan pembiayaan digital. Namun, ekspansi tersebut juga membawa tantangan baru berupa meningkatnya risiko penipuan dalam sistem pembayaran digital. Laporan industri memperkirakan kerugian akibat fraud dalam pembayaran digital secara global dapat melampaui USD 40 miliar setiap tahun. Kondisi ini mendorong banyak institusi keuangan untuk mengadopsi teknologi yang mampu mendeteksi ancaman secara lebih cepat dan akurat. Di kawasan Asia Pasifik, lebih dari 80 persen lembaga keuangan kini memanfaatkan Artificial Intelligence atau AI untuk memantau transaksi serta mencegah penipuan secara real-time. Pemanfaatan teknologi ini dinilai penting untuk menjaga keamanan sistem keuangan sekaligus mempertahankan kepercayaan pengguna layanan digital. Advance Intelligence Group Mengembangkan Solusi AI untuk Mengatasi Fraud Digital Melihat tantangan tersebut, Co-founder, Group Chairman, dan CEO Advance Intelligence Group Jefferson Chen mengembangkan perusahaan teknologi berbasis AI yang berfokus pada solusi identitas digital, pencegahan fraud, serta pengambilan keputusan kredit bagi institusi keuangan dan perusahaan fintech. Berbagai studi industri menunjukkan bahwa sistem berbasis AI mampu meningkatkan tingkat deteksi penipuan hingga 90 sampai 95 persen. Selain itu, teknologi ini juga dapat menurunkan tingkat false positive sebesar 30 hingga 60 persen sehingga institusi keuangan tetap dapat melayani lebih banyak pengguna yang sah tanpa mengorbankan aspek keamanan. Jefferson Chen menegaskan bahwa kepercayaan menjadi fondasi utama dalam pertumbuhan ekonomi digital. Menurutnya, tanpa sistem yang mampu mengelola risiko secara akurat dan berlangsung secara real-time, perkembangan ekonomi digital tidak akan berjalan secara berkelanjutan. Ia menjelaskan bahwa Advance Intelligence Group membangun infrastruktur berbasis AI untuk membantu institusi keuangan memperluas akses kredit secara lebih aman dan inklusif. Selain itu, kolaborasi global juga dinilai penting untuk mempercepat inovasi teknologi yang lahir dari Asia Tenggara agar dapat berkembang ke pasar internasional. Perusahaan Memanfaatkan AI untuk Meningkatkan Efisiensi Operasional Selain meningkatkan keamanan, pemanfaatan AI juga membantu lembaga keuangan meningkatkan efisiensi operasional. Otomatisasi dalam proses onboarding pengguna dan pemantauan transaksi terbukti mampu mengurangi kebutuhan pemeriksaan manual hingga 40 sampai 70 persen. Teknologi tersebut juga dapat menekan biaya operasional tim pengelola risiko penipuan hingga 30 sampai 50 persen. Dengan demikian, institusi keuangan dapat menjalankan sistem pengawasan yang lebih efektif sekaligus menjaga efisiensi biaya. Advance Intelligence Group yang berdiri pada 2016 kini telah beroperasi di lebih dari 80 pasar global. Perusahaan tersebut menjalankan dua lini bisnis utama yaitu ADVANCE.AI yang berfokus pada layanan B2B serta Atome Financial yang melayani konsumen secara langsung. Secara keseluruhan, perusahaan ini telah melayani lebih dari 58 juta pengguna dan mendukung lebih dari 1.000 klien korporasi dari berbagai sektor, termasuk perbankan, fintech, hingga e-commerce. Endeavor Indonesia Mengakui Jefferson Chen sebagai Entrepreneur Berpengaruh Sementara itu, Atome Financial memanfaatkan infrastruktur data serta sistem manajemen risiko yang sama untuk menghadirkan berbagai layanan kredit konsumen. Layanan tersebut meliputi Buy Now Pay Later atau BNPL, kartu kredit digital, pinjaman pribadi, hingga produk tabungan. Atas kontribusinya dalam membangun infrastruktur kepercayaan digital di kawasan, Endeavor Indonesia menetapkan Jefferson Chen sebagai Endeavor Entrepreneur ke-111 dari Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan setelah proses seleksi melalui International Selection Panel yang berlangsung di Singapura pada awal Februari 2026. Pengakuan ini menempatkan Jefferson dalam jaringan global High-Impact Entrepreneurs yang dinilai mampu mendorong transformasi ekonomi di berbagai pasar berkembang. Endeavor dikenal memiliki proses seleksi yang ketat dengan melibatkan investor dan pendiri perusahaan global. Pada tahap akhir seleksi, Jefferson berhasil terpilih setelah mengikuti proses bersama 15 perusahaan dari berbagai negara dan memperoleh enam suara “YES” dari panelis internasional, termasuk Matt Harris dari Bain Capital Ventures, Rajat Bhargava dari JumpCloud, serta Tiger Fang dari Kargo. Business teknologi ai deteksi fraud keuangan