SEC Tuding Pendiri VBit Lakukan Penipuan Tambang Bitcoin USD 95 Juta Cahaya Cinta, January 8, 2026 SEC Menuding Pendiri VBit Menipu Investor Tambang Bitcoin hingga USD 95 Juta Otoritas pasar modal Amerika Serikat menindak tegas dugaan penipuan di sektor kripto setelah Komisi Sekuritas dan Bursa AS atau SEC menuding pendiri VBit Technologies Corp. melakukan manipulasi terhadap ribuan investor. Kasus ini mencuat di tengah meningkatnya pengawasan regulator terhadap praktik bisnis penambangan aset kripto. SEC menyebut pendiri VBit, Danh C. Vo, sengaja menyesatkan publik melalui promosi bisnis tambang Bitcoin yang diklaim aman dan menguntungkan. Dugaan pelanggaran ini terungkap setelah regulator menelusuri aliran dana dan pola komunikasi perusahaan kepada investor ritel. Pendiri VBit Menggalang Dana Publik Lewat Janji Tambang Bitcoin Mudah Danh C. Vo memasarkan VBit sebagai solusi praktis bagi masyarakat yang ingin terlibat dalam penambangan Bitcoin tanpa perlu keahlian teknis. Ia menyampaikan narasi bahwa investor cukup menanamkan modal, sementara seluruh operasional tambang akan dikelola secara profesional oleh perusahaan. Strategi pemasaran tersebut berhasil menarik minat luas dari investor individu. Banyak pihak percaya bahwa VBit menyediakan akses legal dan transparan ke industri tambang Bitcoin yang selama ini dinilai kompleks dan mahal. SEC Menilai Vo Menyalahgunakan Dana Ribuan Investor Dalam dokumen penindakan, SEC mengungkap bahwa Vo menghimpun lebih dari USD 95 juta dari sekitar 6.400 investor. Dana tersebut berasal dari individu yang meyakini uang mereka digunakan langsung untuk membeli dan mengoperasikan mesin tambang Bitcoin. Namun, hasil investigasi menunjukkan Vo justru menyalahgunakan sebagian besar dana tersebut. SEC menilai penggunaan dana tidak sesuai dengan janji awal dan tidak mencerminkan kegiatan penambangan Bitcoin yang sah sebagaimana dipromosikan kepada investor. Regulator AS Menyoroti Risiko Penipuan di Industri Kripto SEC menegaskan bahwa kasus VBit mencerminkan risiko sistemik dalam industri kripto, khususnya pada skema investasi yang menawarkan imbal hasil stabil tanpa keterlibatan langsung investor. Regulator menilai klaim semacam itu sering digunakan untuk menutupi praktik penipuan. Melalui kasus ini, SEC kembali mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran investasi kripto yang menjanjikan keuntungan konsisten dengan risiko rendah. Regulator juga menegaskan komitmennya untuk melindungi investor dan menindak pelaku yang memanfaatkan kepercayaan publik. Langkah hukum terhadap Danh C. Vo menjadi sinyal kuat bahwa otoritas AS tidak mentoleransi penipuan di sektor aset digital, sekaligus memperkuat upaya penegakan hukum di tengah pertumbuhan industri kripto global. Business