Modus Loker Restoran, 14 Remaja Sumsel Terjebak Judi Online di Kamboja Cahaya Cinta, April 9, 2026 Modus Loker Restoran Menjerat 14 Remaja Sumsel hingga Terpaksa Kerja Judi Online di Kamboja Sebanyak 14 remaja asal Palembang, Sumatera Selatan, akhirnya kembali ke tanah air setelah mengalami eksploitasi kerja di Kamboja. Mereka tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang pada Senin, 30 Maret 2026 pukul 12.55 WIB, lalu bertemu keluarga dalam suasana haru penuh tangis dan rasa syukur. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan langsung menyambut kepulangan mereka di auditorium kantor gubernur. Gubernur Herman Deru kemudian menyerahkan para korban kepada keluarga masing-masing sekaligus memastikan kondisi mereka aman setelah melalui situasi berat di luar negeri. Perekrut Mengiming-imingi Pekerjaan Restoran Lalu Mengalihkan Korban ke Judi Online Herman Deru menjelaskan bahwa para korban awalnya menerima tawaran pekerjaan di sektor restoran dengan gaji besar. Namun, setibanya di luar negeri, pelaku justru mengalihkan mereka ke pekerjaan sebagai operator judi dan penipuan daring. Para korban berangkat melalui jalur tidak resmi sehingga tidak mendapatkan perlindungan hukum yang memadai. Akibatnya, mereka mudah menjadi target praktik perdagangan orang yang memanfaatkan kondisi ekonomi dan minimnya informasi. Situasi tersebut memperlihatkan bahwa modus lowongan kerja palsu masih terus berkembang dan menyasar kalangan muda dengan janji pendapatan tinggi. Korban Mengalami Penyiksaan Saat Tidak Mencapai Target Kerja Salah satu korban berinisial R mengungkapkan pengalaman pahit selama bekerja di Kamboja. Ia awalnya dijanjikan pekerjaan di Vietnam, tetapi kemudian dipindahkan ke Kamboja untuk menjalankan penipuan bermodus asmara atau love scamming. Selama tujuh bulan bekerja, ia hanya menerima gaji selama dua bulan sebesar Rp6 juta. Selain itu, ia juga mengalami kekerasan fisik ketika tidak memenuhi target kerja. R menceritakan bahwa pelaku sering mencambuk tubuhnya hingga memar dan bahkan menyetrum bagian tubuhnya sebagai bentuk hukuman. Tekanan tersebut membuat para korban hidup dalam ketakutan setiap hari. Korban Berusaha Kabur Setelah Mendengar Ancaman Penjualan ke Perusahaan Lain Korban lain berinisial V memilih melarikan diri setelah mendengar rencana pemindahan dirinya ke perusahaan lain. Ia bersama sembilan rekannya kabur pada dini hari sekitar pukul 02.00 waktu setempat untuk mencari perlindungan. Keputusan tersebut mereka ambil setelah mengetahui adanya praktik jual beli pekerja antar perusahaan. Mereka kemudian berhasil mencapai tempat penampungan sebelum akhirnya diproses untuk dipulangkan ke Indonesia. BP3MI Mengungkap Pola Perekrutan dan Ancaman Berat terhadap Korban Kepala BP3MI Sumatera Selatan, Waydinsyah, mengungkapkan bahwa kasus serupa terus meningkat setiap tahun. Pada 2025, pihaknya memulangkan 262 warga Sumsel dari luar negeri, sementara hingga Februari 2026 sudah mencapai 53 orang, belum termasuk 14 korban terbaru ini. Ia menjelaskan bahwa perekrut sering berasal dari lingkungan terdekat korban. Pelaku menawarkan berbagai modus, mulai dari pekerjaan marketing hingga paket wisata yang berujung penyelundupan ke negara tujuan. Waydinsyah juga mengungkapkan adanya sistem “ganti kepala” yang memaksa korban mencari pengganti jika tidak mencapai target. Jika gagal, pelaku mengancam korban dengan denda hingga ancaman pengambilan organ tubuh. Pemerintah Mendorong Pembekalan Keterampilan dan Imbau Waspada Tawaran Kerja Ilegal Menanggapi kasus tersebut, Herman Deru meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi segera memberikan pelatihan keterampilan kepada para korban. Ia ingin mereka memiliki kemampuan yang dapat digunakan untuk bekerja secara aman di dalam negeri. Ia juga mengingatkan generasi muda agar tidak mudah tergiur tawaran kerja luar negeri tanpa prosedur resmi. Menurutnya, masyarakat harus memastikan setiap lowongan memiliki kontrak kerja yang jelas dan terverifikasi oleh BP3MI. Pemerintah berharap kejadian ini menjadi peringatan agar masyarakat lebih waspada terhadap penipuan lowongan kerja yang berujung pada praktik perdagangan orang. Business remaja Sumsel terjebak judi online Kamboja