Pria Asal Toronto Menyamar Jadi Pilot demi Dapatkan Ratusan Tiket Pesawat Gratis Selama 4 Tahun Cahaya Cinta, February 2, 2026February 5, 2026 Pria Asal Toronto Menyamar sebagai Pilot demi Mengantongi Ratusan Tiket Pesawat Gratis Selama Empat Tahun Jaksa Menetapkan Warga Toronto sebagai Tersangka Penipuan Elektronik Seorang pria asal Toronto, Kanada, ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga menipu sejumlah maskapai penerbangan di Amerika Serikat dengan cara menyamar sebagai pilot aktif. Aksi tersebut membuatnya berhasil memperoleh ratusan tiket pesawat gratis selama sekitar empat tahun tanpa terdeteksi. Pihak berwenang di negara bagian Hawaii mengungkapkan bahwa pria bernama Dallas Pokornik (33) kini menghadapi dakwaan penipuan elektronik atau wire fraud. Jaksa menyebut Pokornik memanfaatkan sistem komunikasi dan transaksi elektronik untuk memperdaya sedikitnya tiga maskapai penerbangan besar di Amerika Serikat. Pelaku Memanfaatkan Fasilitas Tiket Siaga Khusus Pegawai Maskapai Berdasarkan dokumen pengadilan yang dikutip dari The Guardian pada Kamis (22/1/2026), maskapai penerbangan umumnya memberikan fasilitas tiket siaga gratis atau berbiaya sangat murah kepada karyawan mereka maupun pegawai maskapai lain. Fasilitas tersebut bertujuan mendukung mobilitas kerja kru penerbangan, termasuk pilot dan pramugari. Dalam kasus ini, Pokornik tercatat pernah bekerja sebagai pramugari di sebuah maskapai berbasis di Toronto pada periode 2017 hingga 2019. Namun, meski status kepegawaiannya sudah tidak aktif, ia tetap menggunakan kartu identitas lama untuk mengakses fasilitas tiket siaga tersebut. Pelaku Mengaku Pilot dan Meminta Duduk di Kursi Tambahan Kokpit Jaksa mengungkapkan bahwa Pokornik kerap menyamar sebagai pilot yang masih bertugas saat memesan tiket. Dalam salah satu penerbangan, ia bahkan diduga meminta duduk di kursi tambahan yang berada di dalam kokpit. Kursi tersebut diketahui hanya boleh digunakan oleh pilot yang sedang tidak bertugas. Padahal, Pokornik tidak pernah memiliki lisensi atau sertifikat penerbang. Aturan federal Amerika Serikat juga melarang penggunaan kursi tambahan di kokpit untuk kepentingan perjalanan rekreasi. Hingga kini, otoritas masih menyelidiki bagaimana Pokornik dapat meyakinkan maskapai bahwa dirinya masih berstatus pegawai aktif selama bertahun-tahun. Maskapai Mengaku Tidak Dapat Memverifikasi Klaim Pelaku Maskapai Porter Airlines yang berbasis di Toronto menyatakan tidak dapat memverifikasi detail informasi terkait kasus tersebut. Sementara itu, penyidik terus mendalami alur penipuan yang dilakukan Pokornik, termasuk total nilai kerugian dan potensi pelanggaran keamanan penerbangan. Kasus ini disebut mengingatkan pada alur cerita film Catch Me If You Can, yang menggambarkan penyamaran dan penipuan di dunia penerbangan. Pokornik kini menghadapi proses hukum lanjutan dan terancam hukuman pidana sesuai dakwaan penipuan elektronik. Business pria Toronto menyamar pilot