Drama Endorse Rp 1 Juta Pengusaha Mi Ayam ke Influencer yang Berujung Polemik Cahaya Cinta, March 12, 2026 Pengusaha Mi Ayam di Bekasi Ungkap Polemik Endorse Rp 1 Juta dengan Influencer Seorang pengusaha mi ayam di Kabupaten Bekasi mengungkap polemik kerja sama promosi dengan seorang influencer setelah konten endorsement yang dijanjikan tidak pernah tayang. Niat awal untuk memperkenalkan usaha baru justru berubah menjadi kekecewaan dan memicu perbincangan luas di media sosial. Anggi Pamungkas (26), pemilik usaha mi ayam dan bakso di Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, menceritakan pengalaman tersebut setelah ia membagikan kisahnya melalui platform Threads. Unggahan itu dengan cepat menarik perhatian warganet dan menjadi viral. Anggi mengaku awalnya hanya ingin mempromosikan usaha barunya saat pembukaan agar lebih dikenal masyarakat sekitar, khususnya di wilayah Cikarang dan sekitarnya. Anggi Mencari Influencer untuk Mempromosikan Usaha Baru Saat mempersiapkan grand opening usahanya, Anggi mencoba memanfaatkan promosi melalui media sosial. Ia kemudian memilih seorang influencer berinisial PS yang dinilai memiliki banyak pengikut dari wilayah Bekasi dan sekitarnya. Menurut Anggi, langkah tersebut ia lakukan agar masyarakat sekitar mengetahui keberadaan usaha mi ayam dan bakso miliknya yang baru dibuka. Pada awal pembicaraan, influencer tersebut menawarkan tarif promosi sebesar Rp 15 juta. Anggi mengaku terkejut dengan harga tersebut. Setelah melalui proses negosiasi, tarif itu kemudian turun menjadi Rp 5 juta, lalu Rp 3 juta. Meski begitu, Anggi tetap menyampaikan keterbatasan anggaran yang ia miliki. Ia menjelaskan bahwa kemampuan finansialnya hanya sekitar Rp 1 juta untuk biaya promosi. Setelah berdiskusi lebih lanjut, influencer tersebut akhirnya menyetujui kerja sama dengan biaya Rp 1 juta untuk konten promosi di TikTok. Kesepakatan pun tercapai dan keduanya menjadwalkan proses pembuatan konten pada 29 Januari 2026, bertepatan dengan hari pembukaan usaha Anggi. Influencer Mengambil Video Promosi tetapi Tidak Mengunggah Konten Pada hari yang telah disepakati, influencer tersebut datang ke lokasi usaha Anggi dan melakukan proses pengambilan video. Anggi pun menunggu unggahan promosi yang dijanjikan di TikTok. Ia berharap konten tersebut dapat membantu menarik pelanggan baru pada masa awal pembukaan usaha. Namun hingga malam hari, konten yang diharapkan tidak juga muncul di akun media sosial influencer tersebut. Yang terlihat justru unggahan konten lain yang tidak berkaitan dengan usaha milik Anggi. Situasi itu membuat Anggi merasa kecewa karena promosi yang ia harapkan tidak pernah terealisasi. Ia kemudian memutuskan membagikan pengalamannya di Threads bersama istrinya. Tanpa diduga, cerita tersebut menyebar luas di media sosial dan memicu berbagai respons dari warganet. Banyak pengguna internet kemudian menyoroti praktik endorsement dan mengingatkan pelaku usaha agar lebih berhati-hati saat menjalin kerja sama promosi dengan influencer. Business polemik endorse mi ayam Bekasi