Polisi Usut Kasus Dugaan Penipuan WO di Jakarta, Disebut Rugikan Ratusan Calon Pengantin hingga Rp 16 Miliar Cahaya Cinta, January 8, 2026 Polisi Usut Kasus Dugaan Penipuan Wedding Organizer di Jakarta Jakarta, Indonesia – Media sosial ramai memperlihatkan upaya penangkapan pemilik Wedding Organizer (WO) berinisial AP, yang diduga menipu ratusan calon pengantin. Warga yang merasa dirugikan berhasil mengamankan AP dan menyerahkannya kepada kepolisian untuk diproses lebih lanjut. Pengusutan Kasus oleh Polres Jakarta Utara Kompol Onkoseno Grandiarso, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, membenarkan bahwa pihaknya sedang mengusut kasus dugaan penipuan WO ini. “Kami sudah menerima laporan dan langsung menindaklanjuti,” jelasnya saat dihubungi Liputan6.com pada Senin (8/12/2025). Polres Jakarta Utara mulai melakukan penyelidikan berdasarkan laporan yang masuk pada hari Sabtu dan Minggu. Meskipun belum ada detail resmi mengenai penahanan atau kronologi kasus, dugaan kerugian disebut mencapai Rp 16 miliar dan melibatkan sekitar 230 pasangan calon pengantin. Modus Penipuan Wedding Organizer Ayu Puspita dan tim WO yang dipimpinnya disebut menjalankan modus penipuan dengan cara menghilang di tengah persiapan pernikahan, sehingga calon pengantin dirugikan. Beberapa korban juga mengalami kekecewaan besar karena gedung acara tidak disewa dan katering tidak tersedia sesuai kontrak. Kasus ini memicu kehebohan di media sosial karena detik-detik penggerebekan WO tersebut menjadi viral, memperlihatkan wajah lesu AP saat dikepung para korban. Dampak bagi Masyarakat Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu memastikan reputasi penyedia jasa pernikahan sebelum menyerahkan pembayaran penuh. Pemeriksaan kontrak, referensi, dan testimonial dari klien sebelumnya bisa mengurangi risiko penipuan. Penipuan jasa Wedding Organizer seperti kasus Ayu Puspita menunjukkan pentingnya kehati-hatian dalam memilih layanan pernikahan. Pihak kepolisian menegaskan akan terus menindaklanjuti hingga kasus ini selesai, sehingga para korban dapat memperoleh keadilan. Business