Cerita Warga Palembang Terjebak di Kamboja: Dipaksa Jadi Admin Penipuan, Kabur Terobos Penjaga Cahaya Cinta, April 9, 2026 Warga Palembang Ungkap Pengalaman Terjebak Penipuan Kerja di Kamboja dan Kabur dari Lokasi Penyekapan PALEMBANG – Seorang pemuda asal Palembang berinisial VV mengungkap pengalaman pahit setelah terjebak penipuan kerja di luar negeri hingga akhirnya dieksploitasi di Kamboja. Ia menjadi satu dari 14 warga Palembang yang berhasil dipulangkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan pada Senin, 30 Maret 2026. Setelah kembali ke Indonesia, VV menceritakan bagaimana dirinya terjebak dalam jaringan penipuan yang memanfaatkan tenaga kerja secara ilegal. Ia mengaku awalnya tidak menaruh curiga terhadap tawaran pekerjaan yang diterimanya melalui media sosial. Korban Menerima Tawaran Kerja di Vietnam dengan Gaji Besar VV menjelaskan bahwa ia menerima tawaran pekerjaan di Vietnam sebagai pekerja restoran dengan gaji sebesar 800 dollar AS per bulan. Tawaran tersebut membuatnya tertarik hingga memutuskan berangkat dari Palembang menuju Jakarta. Perjalanan kemudian berlanjut dengan transit di Malaysia sebelum akhirnya menuju Vietnam. Setibanya di sana, seseorang langsung menjemputnya menggunakan mobil dan membawa ke lokasi yang telah ditentukan. Namun, tanpa sepengetahuannya, perjalanan tersebut justru mengarah ke wilayah perbatasan Kamboja. Seluruh dokumen perjalanan, termasuk visa, diurus oleh pihak yang tidak dikenalnya. Korban Dipaksa Bekerja sebagai Admin Penipuan Daring Setelah beberapa hari bekerja, VV mulai menyadari adanya kejanggalan dalam pekerjaan tersebut. Ia bersama pekerja lain ternyata dipaksa menjalankan aktivitas penipuan daring yang menyasar korban, termasuk dari Indonesia. Para pekerja diminta berkenalan dengan target melalui internet, kemudian menjalin komunikasi hingga mengarah pada hubungan personal. Setelah itu, korban diarahkan untuk mengirimkan sejumlah uang. VV mengungkapkan bahwa para pekerja harus memenuhi target tertentu. Jika gagal, mereka menghadapi ancaman hingga tindakan kekerasan dari pihak pengelola. Korban Nekat Melarikan Diri dengan Menerobos Penjagaan Tidak tahan dengan tekanan dan ancaman, VV bersama sembilan orang lainnya memutuskan untuk melarikan diri pada dini hari sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Mereka menyusun rencana secara diam-diam sebelum akhirnya bertindak. Dalam proses pelarian, mereka harus menghadapi penjagaan ketat di lokasi tersebut. Meski demikian, mereka berhasil menerobos dan meloloskan diri secara bersama-sama. Keputusan tersebut menjadi titik balik penting yang menyelamatkan mereka dari situasi berbahaya yang terus mengancam keselamatan. Korban Berjalan Dua Hari untuk Mencapai KBRI di Kamboja Setelah berhasil kabur, VV dan rekan-rekannya menghadapi tantangan baru tanpa bekal uang maupun pengetahuan lokasi. Mereka tetap berusaha bertahan dengan berjalan kaki selama dua hari. Akhirnya, mereka berhasil mencapai Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kamboja untuk meminta perlindungan. Dari sana, proses pemulangan pun dilakukan hingga mereka kembali ke Indonesia dengan selamat. Kisah ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri yang tidak jelas legalitasnya. Business penipuan kerja Kamboja warga Palembang