Penipuan Digital Melonjak saat Ramadan, Ini Modus yang Paling Berbahaya Cahaya Cinta, March 24, 2026 ITSEC Asia Peringatkan Lonjakan Penipuan Digital Saat Ramadan 2026 Perusahaan Keamanan Siber Pantau Tren Serangan Siber Selama Ramadan Jakarta – Perusahaan keamanan siber ITSEC Asia mengeluarkan peringatan terkait lonjakan penipuan digital yang memanfaatkan momen Ramadan dan persiapan Idul Fitri 2026. Perusahaan ini menekankan bahwa peningkatan transaksi belanja online, donasi, dan komunikasi digital membuka celah bagi pelaku kejahatan siber untuk menyerang masyarakat melalui teknik rekayasa sosial. ITSEC Asia Catat Penurunan Serangan Infrastruktur Namun Fokus Serangan Berubah Tim Threat Intelligence ITSEC Asia mencatat bahwa meskipun jumlah serangan terhadap infrastruktur digital menurun dibandingkan tahun sebelumnya, pelaku kini lebih menargetkan serangan personal untuk menguras dana langsung dari dompet digital masyarakat. Pada Maret 2026, tercatat 23 kasus defacement dan 65 kasus kebocoran data, lebih rendah dibanding Maret 2025 yang mencapai 45 kasus defacement dan 77 kebocoran data. Upaya serangan Distributed Denial of Service (DDoS) juga menurun, dari 30.600 percobaan menjadi 17.900 percobaan. Patrick Dannacher Tekankan Pentingnya Kewaspadaan Individu President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher, menekankan bahwa kesadaran digital individu menjadi benteng pertahanan utama terhadap modus penipuan. Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap berbagai trik manipulatif yang memanfaatkan semangat kebersamaan di bulan suci. ITSEC Asia Identifikasi Modus Penipuan Paling Berbahaya Tim ITSEC Asia menemukan beberapa modus penipuan yang marak selama Ramadan, termasuk donasi amal fiktif yang menipu masyarakat dengan menyaru sebagai lembaga resmi, promo belanja Lebaran palsu yang mengarahkan korban ke situs bodong, pesan THR palsu berisi tautan berbahaya, file APK berbahaya yang menyamar sebagai paket atau aplikasi kurir, serta undian berhadiah palsu yang mencatut nama instansi besar. ITSEC Asia Dorong Kolaborasi dan Edukasi Keamanan Digital Patrick menambahkan bahwa penguatan ketahanan siber membutuhkan sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat. ITSEC Asia berkomitmen mengawasi ancaman digital secara real-time dan memberikan edukasi berkelanjutan. Masyarakat diimbau memverifikasi informasi, menghindari tautan dari sumber tidak dikenal, dan melakukan transaksi melalui platform resmi agar terhindar dari kerugian finansial. Business penipuan digital Ramadan 2026