Waspada Penipuan Digital Jelang Lebaran, Begini Modusnya Cahaya Cinta, March 24, 2026 Bank Saqu Ajak Nasabah Waspada Modus Penipuan Digital Jelang Lebaran Pelaku Kejahatan Siber Manfaatkan Lonjakan Transaksi Digital Ramadan Jakarta – Menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026, masyarakat Indonesia meningkatkan aktivitas transaksi digital, mulai dari belanja online hingga pengiriman uang dan promo musiman. Kondisi ini dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk melancarkan modus penipuan, termasuk pesan palsu terkait paket kiriman, promo belanja, serta pihak yang mengaku sebagai perwakilan institusi resmi untuk meminta data pribadi atau kode OTP. Bank Saqu Luncurkan Kampanye Awas Hantu Cyber untuk Edukasi Nasabah Bank Saqu merespons meningkatnya ancaman penipuan digital dengan menghadirkan kampanye Awas Hantu Cyber. Kampanye ini mempersonifikasikan Hantu Cyber untuk menggambarkan berbagai ancaman digital yang mengintai aktivitas finansial masyarakat. Dengan pendekatan storytelling yang ringan, kampanye bertujuan membantu masyarakat mengenali modus penipuan dan memahami langkah sederhana melindungi diri. Bank Saqu Tekankan Pentingnya Perlindungan Data dan Transaksi Aman Angela Lew Dermawan, Chief Digital & Retail Business Officer Bank Saqu, menjelaskan bahwa ancaman kejahatan siber kerap datang tanpa disadari tetapi berdampak nyata. “Menjelang Idulfitri, ketika aktivitas transaksi digital meningkat, kami ingin mengingatkan nasabah agar tetap waspada. Melalui Awas Hantu Cyber, masyarakat dapat memahami cara melindungi diri dan menjaga keamanan data pribadi saat bertransaksi,” ujarnya pada Senin, 16 Maret 2026. Data BSSN dan OJK Tunjukkan Ancaman Siber di Indonesia Semakin Meningkat Data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat Indonesia mengalami ratusan juta anomali trafik siber setiap tahun, berpotensi menimbulkan berbagai serangan digital. Laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kerugian masyarakat akibat penipuan digital, termasuk social engineering dan penyalahgunaan OTP, mencapai lebih dari Rp2,5 triliun pada 2024. Selama November 2024 hingga September 2025, tercatat lebih dari 274 ribu laporan penipuan finansial dengan estimasi kerugian publik lebih dari Rp6 triliun. Bank Saqu Perkuat Sistem Keamanan dan Edukasi Nasabah untuk Transaksi Aman Selain edukasi, Bank Saqu terus memperkuat sistem keamanan dan perlindungan transaksi digital guna memberikan pengalaman perbankan yang aman. Nasabah diimbau selalu memverifikasi sumber transaksi, menghindari membagikan data sensitif, serta memastikan metode pembayaran melalui saluran resmi dan terpercaya. Dengan langkah ini, masyarakat dapat menjalani transaksi digital selama Ramadan dan Lebaran dengan lebih aman dari ancaman penipuan. Business penipuan digital Lebaran