Modus Penipuan Berkedok Coretax, Uang Ratusan Juta Lenyap Seketika Cahaya Cinta, March 12, 2026 Pelaku Penipuan Mengatasnamakan Coretax dan Menguras Uang Korban Lewat Modus Phone Scam Kasus penipuan digital kembali terjadi setelah pelaku menggunakan modus baru dengan mengatasnamakan layanan pajak melalui platform Coretax. Seorang pengguna Instagram dengan akun @mandharabrasika membagikan pengalamannya menjadi korban phone scam yang menyebabkan uang dalam jumlah besar raib dari rekening. Peristiwa tersebut ia ceritakan melalui unggahan media sosial setelah timnya menerima panggilan telepon dari seseorang yang mengaku sebagai petugas pajak. Pelaku memanfaatkan kebingungan masyarakat terkait penggunaan sistem Coretax untuk meyakinkan korban. Korban mengaku semakin percaya karena penelepon mampu menyebutkan sejumlah data pribadi yang tidak pernah dipublikasikan sebelumnya, termasuk nomor pokok wajib pajak (NPWP). Informasi yang akurat tersebut membuat korban yakin bahwa penelepon benar-benar berasal dari instansi resmi. Pelaku Mengirim Tautan Aplikasi dan Meminta Korban Berbagi Layar Setelah berhasil membangun kepercayaan, pelaku kemudian mengirimkan tautan yang meminta korban mengunduh sebuah aplikasi. Selain itu, pelaku juga menawarkan bantuan teknis untuk menyelesaikan masalah yang disebut berkaitan dengan sistem pajak. Dalam proses tersebut, pelaku meminta korban mengaktifkan fitur berbagi layar pada perangkatnya. Permintaan ini menjadi titik awal terjadinya pencurian data karena fitur tersebut memungkinkan pihak lain melihat seluruh aktivitas pada perangkat korban. Ketika korban mengaktifkan fitur tersebut, pelaku dapat mengakses berbagai informasi penting yang tersimpan di perangkat. Data seperti username, PIN, hingga kata sandi perbankan berpotensi terlihat oleh pelaku selama proses berbagi layar berlangsung. Pelaku Memanfaatkan Tekanan Psikologis untuk Mempercepat Aksi Penipuan Selain memanfaatkan teknologi, pelaku juga menggunakan tekanan psikologis untuk mempengaruhi korban. Mereka menciptakan situasi mendesak agar korban segera mengikuti instruksi tanpa sempat memverifikasi informasi kepada pihak lain. Dengan taktik tersebut, korban akhirnya mengikuti seluruh arahan yang diberikan melalui telepon. Setelah pelaku mengantongi data penting, mereka kemudian melakukan peretasan yang berujung pada pengurasan dana dari rekening korban. Korban Melaporkan Kasus Penipuan ke Bank, Kepolisian, dan OJK Setelah menyadari kejadian tersebut, pihak korban segera melaporkan kasus penipuan kepada sejumlah lembaga terkait. Laporan telah disampaikan kepada bank yang digunakan, pihak kepolisian, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hingga saat ini proses penanganan laporan masih berjalan. Korban menyebutkan bahwa perkembangan kasus tersebut masih dalam tahap penanganan dan belum menunjukkan hasil signifikan. Kasus ini kembali mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap panggilan telepon yang mengatasnamakan lembaga resmi, terutama jika disertai permintaan mengunduh aplikasi atau mengaktifkan fitur berbagi layar pada perangkat. Business penipuan berkedok coretax