Modus Baru Penipuan: AI Tiru Suara dan Wajah, OJK Jabar Peringatkan Warga Cahaya Cinta, January 8, 2026 OJK Jawa Barat Peringatkan Warga Waspadai Penipuan Berbasis AI Bandung – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat memperingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penipuan digital yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI). Modus terbaru memanfaatkan voice cloning dan deepfake untuk menipu korban. Pelaku Manfaatkan AI untuk Menipu Kepala OJK Jawa Barat sekaligus Ketua Satgas PASTI, Darwisman, menjelaskan, “Sekarang AI dapat meniru suara dan wajah seseorang dengan sangat mirip. Pelaku sering memanfaatkan kemampuan ini agar korban percaya bahwa mereka sedang berinteraksi dengan teman, keluarga, atau kolega.” Modus penipuan ini memungkinkan pelaku merekayasa percakapan dan membuat video palsu dengan ekspresi wajah yang tampak nyata. Hal ini membuat korban lebih mudah tertipu. Masyarakat Diminta Tetap Waspada Darwisman menekankan agar masyarakat tidak langsung percaya pada pesan atau permintaan yang mencurigakan. Ia menyarankan untuk selalu memverifikasi melalui saluran komunikasi lain sebelum menanggapi permintaan yang mencurigakan. Selain itu, masyarakat perlu menjaga informasi pribadi, termasuk foto, rekaman suara, dan data sensitif lain. “Jika menerima suara atau video yang terasa janggal, segera curiga. Jangan mentransfer uang atau membagikan data pribadi tanpa verifikasi,” tegas Darwisman. Satgas PASTI Jabar Tindak Entitas Ilegal Satgas PASTI Jawa Barat mencatat peningkatan aktivitas keuangan ilegal pada November 2025. Mereka memblokir 611 entitas pinjaman online ilegal dan menindak 96 penawaran pinjaman pribadi yang melanggar ketentuan data pribadi. Selain itu, 69 penawaran investasi ilegal juga dihentikan. Modus yang ditemukan beragam, termasuk impersonasi figur publik hingga tawaran kerja paruh waktu palsu. Satgas juga menutup sejumlah entitas investasi yang dilaporkan masyarakat, seperti PT Riset Teknologi Internet dan Next15, yang memalsukan nama dan akun resmi untuk menipu masyarakat. Hati-hati Terhadap Tawaran Investasi Ilegal Pada Oktober 2025, Satgas menghentikan aktivitas Golden Eagle International–UNDP (Golden Eagle) karena skema pembiayaan yang ditawarkan tidak memiliki legalitas dan berpotensi menyesatkan masyarakat. Hal ini menjadi pengingat bahwa warga harus berhati-hati terhadap setiap tawaran investasi yang terdengar terlalu menggiurkan. Penipuan berbasis AI semakin canggih, sehingga kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama. Verifikasi informasi, menjaga data pribadi, dan membeli atau bertransaksi melalui kanal resmi dapat mencegah kerugian akibat kejahatan digital. Business