Dijanjikan Kerja di Inggris, Pemuda Nigeria Malah Dipaksa Donor Ginjal Cahaya Cinta, January 8, 2026 Pemuda Nigeria Tertipu Janji Kerja di Inggris dan Terjerat Jaringan Perdagangan Ginjal Seorang pemuda Nigeria berusia 21 tahun bernama Daniel berangkat ke Inggris dengan harapan mengubah nasib dan membangun karier. Ia menerima tawaran pekerjaan di London dari seseorang yang mengaku dapat membantunya bekerja di luar negeri. Namun, perjalanan yang semula ia yakini sebagai awal masa depan justru berubah menjadi pengalaman kelam yang menyeretnya ke praktik perdagangan organ internasional. Daniel, yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang kaki lima di Lagos, menjalani serangkaian proses sebelum keberangkatan. Ia mengikuti tes darah yang ia percaya sebagai bagian dari persyaratan administrasi visa. Tanpa ia sadari, pemeriksaan tersebut menjadi tahap awal seleksi sebagai calon pendonor ginjal dalam skema kejahatan terorganisasi. Pelaku Mengelabui Korban Lewat Proses Administrasi Palsu Setelah tiba di Inggris, Daniel tidak pernah memulai pekerjaan seperti yang dijanjikan. Ia justru berada di bawah pengawasan ketat dan kehilangan kebebasan untuk menentukan langkahnya sendiri. Dalam kondisi tertekan, ia tidak memahami tujuan sebenarnya dari keberadaannya di negara tersebut. Para pelaku kemudian melatih Daniel untuk berpura-pura sebagai sepupu seorang perempuan Nigeria bernama Sonia. Perempuan berusia 25 tahun itu menderita gagal ginjal dan membutuhkan transplantasi segera. Rangkaian skenario palsu tersebut bertujuan meloloskan proses medis dan administratif transplantasi ginjal. Keluarga Politisi Nigeria Terlibat dalam Kasus Transplantasi Ilegal Pengadilan Inggris mengungkap keterlibatan politisi senior Nigeria, Ike Ekweremadu, bersama istrinya Beatrice Ekweremadu, dalam kasus ini. Keduanya disebut berperan dalam upaya mendapatkan ginjal bagi putri mereka melalui cara melanggar hukum dan etika medis. Meski Daniel sempat dibawa ke rumah sakit, pengadilan menilai ia tidak pernah memberikan persetujuan yang sah. Seluruh proses berlangsung melalui tipu daya, manipulasi, dan tekanan psikologis. Fakta tersebut memperkuat kesimpulan bahwa kasus ini merupakan praktik perdagangan organ yang mengeksploitasi kerentanan ekonomi korban. Kasus Daniel kembali menyoroti bahaya penipuan berkedok peluang kerja ke luar negeri. Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan global bahwa kejahatan perdagangan organ masih terus mengintai mereka yang mencari harapan hidup lebih baik. Business