Pemuda Kediri Perdaya Enam Korban Lewat Janji Masuk Liga Sepak Bola Bergengsi Cahaya Cinta, August 12, 2025August 12, 2025 Pria Kediri Tipu Enam Orang dengan Modus Rekrutmen Polisi dan Sepak Bola Pelaku Mengaku Sebagai Anggota Brimob dan Tawarkan Impian Palsu beritapenipuan.id – Ahmad Faiz Nusyul Islam (30), warga Balowerti, Kota Kediri, diduga kuat menipu enam orang dengan mengaku sebagai anggota Brimob Polda Jawa Timur. Ia memanfaatkan kedekatannya dengan para korban—sebagian merupakan teman satu komunitas sepak bola di klub “Konco Seneng”—untuk menawarkan peluang bergabung dalam tim Super League. Lebih dari sekadar tawaran karier, Ahmad menjanjikan jalur masuk kepolisian melalui program tersebut. Agar terlihat meyakinkan, ia menyusun skema rekrutmen yang tampak resmi namun ternyata sepenuhnya fiktif. Dari aksinya itu, korban menderita total kerugian hingga Rp107 juta. Skema Penipuan Dibangun Melalui Kedekatan Personal Ahmad membangun hubungan pertemanan yang erat dengan para korban terlebih dahulu. Lewat komunikasi yang intens, ia menyampaikan narasi rekrutmen sebagai pemain sepak bola profesional yang terintegrasi dengan jalur masuk kepolisian. Korban dibuat percaya melalui penjelasan teknis dan dokumen palsu yang tampak autentik. Ketika salah satu korban, LAV (23), tidak memiliki cukup dana, Ahmad justru menyarankan untuk mengajukan pinjaman online. LAV akhirnya meminjam Rp60 juta demi mengikuti proses rekrutmen tersebut. Namun setelah seluruh dana diserahkan, Ahmad menghilang tanpa jejak dan memblokir semua akses komunikasi dengan para korban. Polisi Tindak Cepat Usai Laporan Masuk Setelah merasa ditipu, korban melapor ke Polres Batu. Menanggapi laporan itu, tim penyidik langsung bergerak cepat melakukan pelacakan terhadap Ahmad. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa pelaku menjalankan modus serupa terhadap lima korban lainnya. Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk percakapan, bukti transfer, serta daftar nama korban. Penangkapan terhadap Ahmad dilakukan setelah semua laporan diverifikasi dan bukti lengkap dikumpulkan. Kini, penyelidikan berlanjut untuk mengungkap apakah ada pihak lain yang turut terlibat dalam aksi ini. Waspadai Tawaran Karier yang Terlalu Mulus Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan tawaran rekrutmen yang terdengar terlalu sempurna. Khususnya di dunia sepak bola dan institusi kepolisian, masyarakat perlu memverifikasi setiap informasi langsung ke lembaga resmi. Orang tua, pelatih, dan calon pemain dianjurkan untuk memeriksa legalitas program rekrutmen, mengecek latar belakang perekrut, dan memastikan dokumen yang diberikan benar-benar sah. Selain itu, berhati-hatilah terhadap permintaan uang dalam proses seleksi, apalagi jika dikaitkan dengan pinjaman atau pembayaran tanpa kuitansi resmi. Dengan meningkatkan kesadaran dan literasi hukum, masyarakat dapat melindungi diri dari praktik penipuan yang merugikan secara finansial maupun psikologis. Business Kediripenipuan jalur masuk Brimobpenipuan rekrutmen sepak bola