OJK Peringatkan Bahaya Deepfake dan Voice Cloning dalam Penipuan Keuangan Digital Cahaya Cinta, August 6, 2025August 9, 2025 OJK Waspadai Penipuan Digital Berbasis AI, Tekankan Pentingnya Keamanan dan Literasi beritapenipuan.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan peringatan tegas terkait maraknya penipuan digital yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). Dalam konferensi pers di Jakarta pada 5 Agustus 2025, OJK menyoroti peningkatan kasus deepfake dan voice cloning yang menargetkan nasabah sektor perbankan dan investasi. Pelaku Gunakan Deepfake dan Voice Cloning untuk Menipu Nasabah Teknologi AI kini memungkinkan pelaku meniru suara dan wajah seseorang secara sangat meyakinkan. Mereka menggunakan teknik ini untuk menipu keluarga, pegawai bank, serta pengguna layanan keuangan digital. Karena modus ini sangat canggih, banyak korban tidak menyadari mereka sedang berinteraksi dengan sistem AI, bukan manusia asli. OJK Tegaskan Keamanan Digital Harus Ditingkatkan OJK menegaskan bahwa perlindungan nasabah tidak cukup hanya mengandalkan OTP atau kata sandi. Dengan kemajuan teknologi, penguatan sistem keamanan digital menjadi prioritas utama. Selain itu, seluruh pemangku kepentingan wajib meningkatkan literasi agar dapat mengantisipasi risiko penipuan AI yang semakin kompleks. Modus Deepfake dan Voice Cloning Serang Langsung Korban Kasus yang mengkhawatirkan melibatkan video deepfake dan panggilan suara palsu yang meniru atasan, rekan kerja, atau tokoh publik. Pelaku memanfaatkan data suara dan video dari media sosial untuk membuat rekayasa digital yang sangat meyakinkan. Dalam beberapa insiden, korban menerima panggilan dengan suara dan gaya bicara yang hampir identik dengan aslinya, sehingga mereka memberikan informasi penting seperti PIN, kode OTP, atau akses rekening. OJK Minta Lembaga Keuangan Perkuat Sistem Proteksi AI OJK mendorong bank, fintech, dan lembaga jasa keuangan lainnya untuk memperkuat sistem deteksi dan pencegahan penipuan berbasis AI. Penggunaan verifikasi biometrik, seperti autentikasi wajah secara langsung dari kamera, perlu dikembangkan dan dioptimalkan. Beberapa bank nasional sudah meningkatkan protokol keamanannya dengan pembatasan transaksi melalui verifikasi ganda. Pemerintah dan Industri Kolaborasi Perkuat Keamanan Digital Pemerintah menginisiasi kerja sama antara penyedia jasa keuangan dan pengembang teknologi keamanan untuk memperkuat perlindungan digital secara preventif. Pendekatan ini dinilai lebih efektif daripada tindakan reaktif setelah penipuan terjadi. OJK Dorong Literasi Digital untuk Lindungi Nasabah OJK menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar semakin sadar terhadap risiko penipuan digital berbasis AI. Nasabah dianjurkan tidak membagikan data pribadi melalui pesan suara, email, atau telepon dari sumber yang tidak jelas. Bila menerima permintaan sensitif, selalu lakukan konfirmasi melalui jalur resmi dan terpercaya. Media dan Komunitas Diajak Ikut Kampanye Literasi Digital Selain lembaga keuangan, OJK mengajak media dan komunitas digital aktif mengedukasi masyarakat. Kampanye literasi digital bertujuan meningkatkan kewaspadaan publik terhadap ancaman siber yang terus berkembang. News deepfake AIpenipuan digitalvoice cloning