BCA Ungkap Modus Phishing Website Palsu KlikBCA Bisnis Cahaya Cinta, February 2, 2026February 5, 2026 BCA Mengungkap Modus Phishing Website Palsu yang Menyerupai KlikBCA Bisnis JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk mengungkap maraknya modus penipuan phishing yang memanfaatkan website palsu menyerupai layanan KlikBCA Bisnis. BCA menyampaikan peringatan ini menyusul laporan nasabah bisnis terkait hilangnya dana transfer yang ramai dibahas di media sosial pada akhir Januari 2026. EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F Haryn menjelaskan bahwa perseroan telah berkomunikasi langsung dengan nasabah terdampak dan melakukan penelusuran menyeluruh. Berdasarkan hasil investigasi internal dan kronologis dari nasabah, BCA memastikan kejadian tersebut merupakan tindak penipuan phishing melalui situs web palsu, bukan akibat kebocoran sistem perbankan. BCA Menegaskan Sistem Perbankan Tetap Aman Hera menyampaikan bahwa BCA melakukan pemeriksaan internal untuk memastikan keamanan seluruh sistem layanan perbankan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sistem BCA tetap berjalan normal dan tidak mengalami gangguan maupun peretasan. Oleh karena itu, BCA menekankan bahwa kerugian nasabah terjadi akibat akses ke situs palsu yang meniru tampilan KlikBCA Bisnis. BCA kemudian kembali mengingatkan seluruh nasabah agar lebih waspada terhadap website mencurigakan yang memiliki alamat hampir menyerupai situs resmi. Penipu biasanya memanfaatkan perbedaan kecil pada susunan huruf di alamat situs untuk mengecoh korban. Penipu Mengarahkan Nasabah ke Situs Palsu Mirip KlikBCA Bisnis Kasus ini mencuat setelah sejumlah unggahan di media sosial mengungkap kehilangan dana bernilai besar. Salah satu laporan menyebut nasabah seharusnya mengakses KlikBCA Bisnis melalui alamat resmi vpn.klikbca.com. Namun, korban justru masuk ke website palsu yang diawali huruf “vpk” dengan tampilan sangat mirip situs asli. Melalui situs palsu tersebut, korban melakukan transaksi transfer. Dana yang seharusnya masuk ke rekening tujuan justru berpindah ke rekening pelaku penipuan. Laporan lain menyebutkan kerugian mencapai sekitar Rp 500 juta yang merupakan dana gaji karyawan, setelah korban mengakses website palsu melalui mesin pencari. BCA Mengimbau Nasabah Menjaga Kerahasiaan Data Perbankan BCA kembali menegaskan bahwa nasabah tidak boleh membagikan data perbankan bersifat rahasia dalam kondisi apa pun. Informasi tersebut mencakup Appli Token Key BCA, PIN, OTP, serta kata sandi. BCA menekankan bahwa pihaknya tidak pernah meminta data rahasia melalui website, pesan singkat, maupun media sosial. Informasi resmi BCA hanya tersedia melalui kanal resmi, seperti aplikasi haloBCA, nomor Halo BCA 1500888 tanpa tambahan angka, WhatsApp Bank BCA 08111500998 dengan tanda centang biru, akun Instagram @goodlifebca bertanda verifikasi, serta situs resmi www.bca.co.id. Business modus phishing website palsu KlikBCA Bisnis