5 Modus Penipuan Scam Manfaatkan Psikologis, Simak untuk Hindarinya Cahaya Cinta, January 17, 2026January 22, 2026 OJK Ungkap 5 Modus Penipuan Digital yang Manfaatkan Psikologis Korban OJK Kalteng Jelaskan Strategi Pelaku Scam Manipulasi Emosi Korban Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Tengah mengungkap lima modus psikologis yang sering digunakan pelaku penipuan digital untuk memanipulasi korban. Kepala OJK Kalteng, Primandanu Febriyan Aziz, menyatakan, pelaku tidak hanya memanfaatkan teknologi, tetapi juga mempengaruhi emosi dan perilaku korban. Pelaku Manfaatkan Ketidaktahuan dan Kepanikan Modus pertama melibatkan ketidaktahuan korban, dengan pelaku berpura-pura sebagai aparat atau pejabat yang menangani layanan publik. Modus kedua memanfaatkan kepanikan atau ketakutan, misalnya kabar darurat anggota keluarga, agar korban segera mentransfer uang. Pelaku Eksploitasi Kesepian dan Keserakahan Modus ketiga menargetkan kesepian melalui love scam, membangun kedekatan emosional untuk meminta bantuan finansial. Modus keempat memanfaatkan keserakahan, menawarkan investasi atau keuntungan instan yang tidak realistis untuk menjerat korban. Pelaku Gunakan Faktor Hiburan dan Promo Menarik Modus terakhir memanfaatkan kebutuhan hiburan atau tawaran menggiurkan, seperti promo wisata murah atau diskon belanja ekstrem. Korban sering tergiur harga rendah tanpa menyadari jebakan penipuan. OJK Imbau Masyarakat Waspada OJK Kalteng menekankan pentingnya verifikasi informasi, tidak mudah percaya tawaran mendesak, dan meningkatkan literasi keuangan untuk mencegah menjadi korban scam digital. Business modus penipuan digital