Ragam Modus Penipuan yang Beredar saat Lebaran Idul Fitri, Simak Biar Tak Jadi Korban Cahaya Cinta, March 24, 2026 Masyarakat Harus Waspada Modus Penipuan Digital Saat Lebaran Pelaku Penipuan Manfaatkan Peningkatan Transaksi Digital Menjelang Idul Fitri Jakarta – Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, pelaku kejahatan siber memanfaatkan lonjakan aktivitas transaksi digital masyarakat. Pembelian kebutuhan Lebaran, pengiriman uang, hingga promo musiman sering menjadi sasaran. Fenomena ini diperkuat oleh VIDA yang menyebut momen pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) sebagai “Musim Penipuan”. Kondisi ini mendorong masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan agar tidak menjadi korban tipu daya digital yang semakin canggih. Kejahatan Siber Meningkat Drastis Menurut Data OJK DIY Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan kerugian akibat penipuan digital mencapai Rp157,34 miliar selama 2024-2025. Modus penipuan belanja online menempati posisi tertinggi. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa menjelang hari raya, penipuan digital meningkat dengan berbagai modus, termasuk pengiriman SMS atau pesan palsu. Pakar teknologi informasi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Supangat, juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap panggilan atau pesan mencurigakan. Pelaku Ciptakan Situs Palsu dan Phishing untuk Menipu Korban Penipuan belanja online dan marketplace palsu menjadi modus yang sering ditemui. Pelaku membuat situs web atau akun media sosial fiktif, menawarkan diskon besar, lalu menghilang setelah korban melakukan pembayaran. Phishing dan smishing juga merajalela, dengan pesan yang meniru institusi resmi untuk mencuri data sensitif seperti username, password, dan kode OTP. Penipuan tiket mudik daring dan hampers Lebaran palsu juga meningkat, menyebabkan korban kehilangan uang tanpa memperoleh produk atau layanan yang dijanjikan. Pelaku Donasi, Investasi Bodong, dan Social Engineering Semakin Kreatif Pelaku juga mengatasnamakan lembaga sosial atau yayasan untuk menipu masyarakat melalui donasi palsu. Satgas PASTI memperingatkan tentang pinjaman online ilegal dan investasi bodong yang menjanjikan keuntungan cepat menjelang Lebaran. Modus social engineering memanfaatkan manipulasi psikologis, mengaku sebagai kerabat atau pimpinan untuk meminta transfer uang. Penipuan QRIS juga terjadi dengan mengganti kode asli dengan milik pelaku untuk mengalihkan pembayaran amal atau donasi. Masyarakat Diminta Tingkatkan Keamanan Data dan Gunakan Saluran Resmi Masyarakat harus berhati-hati terhadap tautan atau file mencurigakan, jangan mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi, dan selalu memverifikasi informasi yang mengatasnamakan institusi resmi. Gunakan fitur keamanan seperti otentikasi dua faktor untuk akun digital. Jangan tergiur tawaran diskon atau investasi yang terlalu menggiurkan. Jika menemukan indikasi penipuan, segera adukan ke Satgas PASTI atau aparat penegak hukum setempat agar Lebaran tetap aman dan nyaman. Business penipuan digital Lebaran